Berita

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak saat peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Pertahanan

Maruli Laporkan Capaian ke Prabowo: 3.000 Titik Air Bersih Rampung dalam 8 Bulan

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah menyelesaikan pembangunan sekitar 3.000 titik air bersih sepanjang Januari hingga Agustus 2026. 

Program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga mendukung pengairan lahan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Capaian tersebut dilaporkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video conference (vicon) dari Desa Ridomanah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.


“Sejak Bapak (Prabowo) mendukung kegiatan air bersih ini, mulai dari Januari sampai dengan Agustus ini, sudah selesai 3.000 titik, Pak. Jadi dukungan Bapak ini sama dengan kami bekerja empat tahun. Baru bulan Agustus kami sudah bisa bikin 3.000,” kata Maruli.

Maruli menjelaskan, secara keseluruhan TNI AD telah membangun 10.912 titik air bersih. Percepatan pembangunan terjadi setelah adanya dukungan pemerintah terhadap program tersebut.

Salah satu lokasi dengan tantangan berat berada di Pulau Raas, Sumenep, Jawa Timur. Di wilayah tersebut, TNI AD membangun lima titik air dengan kedalaman pengeboran mencapai sekitar 90 meter.

Sebelumnya, kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Raas bahkan harus dibantu melalui pengiriman air menggunakan kapal TNI Angkatan Laut (TNI AL).

“Yang paling sulit ini di Pulau Raas, Pak. Ini daerah selama ini yang saya dapat informasi, kadang-kadang TNI Angkatan Laut harus mengirim kapalnya untuk mendukung air bersih di sana,” ujar Maruli.

Tantangan serupa ditemukan di Gunungsitoli, Nias. Pengeboran dilakukan hingga kedalaman 180 meter dengan kondisi tanah yang sangat berbatu. Tim harus berpindah lokasi hingga delapan kali sebelum menemukan sumber air.

“Daerahnya sangat berbatu. Delapan kali pindah tempat untuk mendapatkan air dan waktunya sampai dengan dua bulan. Bisa menerima manfaat sampai 231 KK,” jelasnya.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, pembangunan sarana air juga diarahkan untuk mendukung sektor pertanian. Maruli melaporkan, TNI AD telah menyediakan pengairan bagi 83.150 hektare lahan yang sebelumnya bergantung pada curah hujan.

Dengan tersedianya sumber air, lahan-lahan tersebut kini dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Sementara itu, sebanyak 445 titik tambahan tengah dikerjakan untuk mengairi sekitar 16.970 hektare lahan.

“Kalau dijumlahkan, pada tahun ini kita sudah membuat daerah-daerah tadah hujan 100.120 hektare yang tadinya tadah hujan menjadi tiga kali panen,” ungkap Maruli.

Menurutnya, perubahan pola tanam tersebut berpotensi meningkatkan produksi pangan secara signifikan. Jika rata-rata produktivitas mencapai sekitar lima ton gabah per hektare, produksi dari lahan tersebut berpotensi mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun.

Program pipanisasi juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur air. Salah satu proyek pipanisasi terpanjang berada di Pulau Bawean dengan panjang mencapai 15 kilometer.

Pembangunan pipanisasi sepanjang 15 kilometer juga tengah dikerjakan di Samosir, Sumatera Utara, dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.

“Masyarakat sangat antusias, sangat berharap. Di Bekasi ini pun tadi saya bicara dengan masyarakat, masih banyak yang mengajukan untuk jembatan dan air bersih,” kata Maruli.

Maruli menegaskan, pembangunan infrastruktur air bersih dan pengairan akan terus dilanjutkan mengingat kebutuhan masyarakat masih sangat besar. Selain air bersih dan irigasi, TNI AD juga akan mendukung pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

“Kita akan lanjutkan ini semua. Mudah-mudahan kita bisa betul-betul mendukung masyarakat khususnya di bidang jembatan, air bersih, MCK, dan juga air di persawahan,” tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya