Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto (Foto: Dokumen F-Golkar)

Politik

Dukung Streamlining BUMN, Komisi VI DPR: Jangan Buang Uang Rakyat!

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VI DPR RI mendukung kebijakan perampingan atau streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah didorong pemerintah. 

Penataan struktur perusahaan pelat merah dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan BUMN memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, mengatakan kebijakan streamlining merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara. Kebijakan tersebut tidak hanya menyasar PT Pertamina, tetapi seluruh BUMN.


Menurut Firnando, rencana tersebut telah masuk dalam program kerja Danantara yang disampaikan kepada Komisi VI DPR RI sejak awal tahun.

“Sebenarnya streamlining ini kan sudah perintah langsung dari Presiden melalui Danantara. Jadi di RKAP Danantara di awal tahun kepada kami Komisi VI, itu bukan hanya Pertamina saja, tapi seluruh BUMN itu harus dilakukan streamlining,” ujar Firnando, dikutip Rabu, 13 Agustus 2026.

Ia mengatakan seluruh fraksi di Komisi VI DPR RI pada dasarnya memiliki pandangan yang sama dalam mendukung penataan BUMN agar struktur perusahaan menjadi lebih rasional dan efisien.

Perampingan dinilai diperlukan untuk mencegah pemborosan anggaran, terutama akibat keberadaan anak dan cucu perusahaan yang dinilai sudah tidak memiliki fungsi strategis.

“Jadi ini saatnya kita untuk merampingkan BUMN, efisiensi BUMN, dan harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Tidak membuang-buang uang BUMN, which is uang rakyat yang akhirnya tidak ada gunanya,” tegas legislator Golkar tersebut.

Firnando juga meminta proses streamlining dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, efisiensi struktur tidak boleh menghilangkan fungsi utama BUMN sehingga perusahaan tetap mampu menjalankan bisnis secara efektif.

“Menurut saya ini harus lebih cepat lagi streamliningnya, harus cepat lagi dan harus lebih efektif lagi, supaya BUMN ini menjadi ramping dan efektif,” katanya.

Khusus Pertamina, Firnando menegaskan bahwa streamlining bukan untuk mengurangi kapasitas perusahaan maupun mengganggu bisnis inti di sektor energi. Sebaliknya, unit usaha yang berada di luar fokus utama Pertamina dinilai dapat dipisahkan agar perusahaan lebih berkonsentrasi pada bisnis strategisnya.

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan usaha yang tidak berkaitan langsung dengan sektor energi dan sumber daya mineral, seperti rumah sakit dan bisnis penerbangan, yang menurutnya dapat dipisahkan dari Pertamina.

“Yang dimaksud streamlining itu kan yang di luar dari fokusnya Pertamina. Pertamina itu kan energi sumber daya mineral, jadi misalnya rumah sakit itu harus dipisahkan, mungkin pesawatnya juga harus dipisahkan, mungkin bisnis-bisnis lain yang di luar dari energi sumber daya mineral itu harus dipisahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemangkasan rantai anak dan cucu perusahaan BUMN, terutama pada sektor-sektor strategis seperti energi.

Kebijakan streamlining tersebut diarahkan untuk menyederhanakan struktur perusahaan pelat merah agar pengambilan keputusan lebih cepat, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya