Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Berbalik Merah, Hasil Review MSCI Bayangi Perdagangan

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada awal perdagangan, Kamis pagi 13 Agustus 2026, setelah sempat dibuka menguat. 

Investor mencermati hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review yang diumumkan dini hari tadi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.01 WIB, IHSG turun 27,70 poin atau 0,43 persen ke level 6.346,15. Sebelumnya, IHSG dibuka di level 6.388,23 atau naik 0,23 persen dari penutupan sebelumnya di 6.373,85.


Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp647,8 miliar dengan volume 1,2 miliar saham dalam 95.580 transaksi.

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,44 poin atau 0,23 persen ke posisi 635,28.

Hasil review MSCI menjadi salah satu perhatian utama investor. Dalam tinjauan Agustus, MSCI tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, dua saham dikeluarkan dari kategori tersebut.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun kelas ke MSCI Global Small Cap Indexes, sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI).

MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia dari Global Small Cap Indexes. Seluruh perubahan tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026.

Dari Amerika Serikat (AS), investor mendapat sedikit sentimen positif setelah data inflasi konsumen Juli sesuai dengan perkiraan. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti masing-masing meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan.

Data tersebut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, meski laju inflasi masih berada di atas target The Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen.

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) AS dan klaim awal pengangguran yang akan dirilis Kamis malam. 

PPI akan menjadi indikator untuk melihat perkembangan tekanan harga di tingkat produsen, sedangkan data tenaga kerja memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya