Berita

Direktur Non-Eksekutif First Pacific Co., Ltd, Axton Salim, mengonfirmasi kehadiran Nintendo melalui unggahan di akun Instagram @axtonsalim, Rabu 12 Agustus 2026.

Bisnis

Dari Pokémon hingga Switch 2, Grup Salim Antar Nintendo ke Pasar Indonesia

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nintendo sebenarnya bukan nama baru bagi gamer Indonesia. Konsol dan gim besutan perusahaan Jepang itu telah hadir di Tanah Air selama puluhan tahun, meski selama ini umumnya melalui jalur impor.

Kini situasinya berubah. Nintendo Co., Ltd resmi memulai bisnisnya di Indonesia melalui kemitraan dengan Grup Salim. Langkah ini sekaligus membuka peluang kehadiran Nintendo Switch 2 secara resmi di pasar Indonesia pada akhir 2026.

Kerja sama tersebut dijalankan melalui Nintendo Singapore Pte Ltd dan PT Nusantara Interactive Niaga. Bagi Grup Salim, masuknya Nintendo melanjutkan jejak mereka di industri gim setelah sebelumnya membawa lisensi Pokémon ke Indonesia melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sejak 2019.


Direktur Non-Eksekutif First Pacific Co., Ltd, Axton Salim, mengonfirmasi kehadiran Nintendo melalui unggahan di akun Instagram @axtonsalim, Rabu 12 Agustus 2026. 

"Resmi. Nintendo akan hadir di Indonesia. Terima kasih Nintendo dan The Pokémon Company. Bersama-sama, kami akan menghadirkan kebahagiaan bagi banyak keluarga di Indonesia," kata Axton.

Bagi Nintendo, Indonesia bukan sekadar pasar untuk menjual perangkat gim. Executive Officer Nintendo Co., Ltd, Juro Takeuchi, melihat karakter masyarakat Indonesia yang dekat dengan keluarga dan pertemanan memiliki kesesuaian dengan konsep permainan Nintendo.

“Kami merasa konsol ini sangat cocok di Indonesia karena karakteristik permainannya sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia yang sangat mencintai keluarga dan teman-teman mereka. Oleh karena itu, kami berharap para pengguna dapat mencoba langsung serta menikmati berbagai jenis permainan dengan beragam cara bersama orang-orang terdekat,” kata Takeuchi dalam Nintendo Business Conference di St. Regis, Jakarta.

Namun, nilai strategis kehadiran Nintendo tidak berhenti pada distribusi konsol. Pemerintah melihat peluang yang lebih besar bagi industri kreatif Indonesia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mengatakan kehadiran resmi Nintendo dapat menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan hak cipta sekaligus mendorong perkembangan ekosistem gim nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran resmi Nintendo di pasar domestik Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pelindungan hak cipta dan memberantas isu copyright di industri game. Masuknya Nintendo secara resmi diharapkan menjadi titik balik penting dalam memajukan industri kreatif nasional,” ujarnya.

Kehadiran Nintendo tersebut bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Kementerian Ekraf telah membangun komunikasi dengan Nintendo dan The Pokémon Company sejak pertemuan pertama pada Maret 2025.

Dari komunikasi tersebut, pemerintah berharap hubungan dengan Nintendo berkembang jauh melampaui urusan distribusi. Ada peluang kerja sama dalam pengembangan talenta, transfer pengetahuan, pelibatan pengembang gim lokal, lokalisasi, kolaborasi kreatif hingga pengembangan IP.

Dengan demikian, kedatangan Nintendo membawa dua cerita sekaligus. Di satu sisi, konsumen Indonesia akan mendapatkan akses resmi terhadap produk Nintendo, termasuk Switch 2. Di sisi lain, industri gim lokal mendapat peluang untuk berinteraksi langsung dengan salah satu pemain terbesar di industri gim global.

Nintendo sendiri memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1889. Perusahaan tersebut bertransformasi dari produsen kartu Hanafuda menjadi raksasa industri gim dunia.

Kini, setelah puluhan tahun produknya beredar di Indonesia melalui jalur impor, Nintendo memilih membuka pintu secara resmi. Switch 2 menjadi salah satu produk pembukanya, tetapi perkembangan ekosistem gim Indonesia bisa menjadi cerita yang jauh lebih besar.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya