Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Penyedia indeks global MSCI Inc resmi merilis hasil MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada Rabu 12 Agustus 2026 Waktu setempat.
Dalam tinjauan berkala tersebut, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara tidak ada saham baru yang masuk ke indeks acuan utama tersebut.
Dua saham yang terdepak adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). GOTO dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sedangkan CPIN turun ke MSCI Global Small Cap Index.
MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index, yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Seluruh perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau efektif mulai 1 September 2026.
“Semua perubahan akan berlaku mulai penutupan pada 31 Agustus 2026. Tanggal berlaku: 1 September 2026,” kata MSCI dalam pengumumannya, dikutip Kamis 13 Agustus 2026.
Keluarnya GOTO menjadi perhatian karena perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia itu pernah memiliki valuasi sekitar Dolar AS29 miliar. Kini, kapitalisasi pasarnya menyusut menjadi sekitar 3,2 miliar Dolar AS.
Tekanan juga terlihat pada saham GOTO yang masih bertahan di level Rp50 sejak pertengahan Mei 2026. Level tersebut merupakan batas harga terendah saham di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
MSCI sebelumnya telah membekukan perubahan terhadap GOTO pada akhir Mei karena rendahnya likuiditas saham tersebut dinilai berpotensi menyulitkan replikasi indeks. Sejumlah sekuritas juga sebelumnya memperkirakan GOTO akan dikeluarkan dari indeks MSCI.
Sementara itu, CPIN menjadi satu-satunya saham Indonesia yang masuk MSCI Global Small Cap Index dalam tinjauan kali ini. Tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Index.
Perubahan komposisi MSCI menjadi perhatian investor karena indeks tersebut banyak digunakan investor institusional dan pengelola dana global sebagai acuan investasi. Saham yang dikeluarkan dari indeks berpotensi mengalami perubahan permintaan karena investor yang menggunakan MSCI sebagai benchmark perlu menyesuaikan portofolionya.
MSCI akan mengumumkan hasil November 2026 Index Review pada 11 November 2026, dengan perubahan berikutnya berlaku efektif 1 Desember 2026.