Berita

Anggota Bawaslu RI Puadi, dalam kegiatan Bawaslu Kampus Connect yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan, pada Rabu 12 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Bawaslu Tinggalkan Pola Klasik saat Awasi Pemilu 2029

KAMIS, 13 AGUSTUS 2026 | 06:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI berkomitmen melakukan lompatan besar dalam pengawasan pemilu melalui transformasi digital, dengan terus melibatkan kampus-kampus.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu RI, Puadi, dalam kegiatan Bawaslu Kampus Connect yang diselenggarakan di Aula Lantai 4 FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Rabu 12 Agustus 2026.

Puadi menjelaskan, langkah ini bertujuan untuk mengubah paradigma pengawasan dari metode konvensional yang cenderung reaktif, menjadi sistem berbasis data yang mampu memetakan risiko sebelum pelanggaran terjadi. 


Pasalnya, Puadi memandang, digitalisasi pengawasan mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau aktivitas di dunia maya.

"Ke depan, Bawaslu tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara klasik," ujar Puadi, dikutip redaksi pada Kamis 13 Agustus 2026.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI ini menegaskan, teknologi hanyalah instrumen pendukung yang juga harus dioperasikan oleh manusia.

Puadi mengutip konsep code as regulation dari Ilmuwan Barat, Lawrence Lessig, yang mengingatkan bahwa desain teknologi harus tetap menjunjung etika, transparansi, dan keadilan. 

Dari pemikiran tersebut, bagi Puadi, integritas manusia tetap menjadi penentu utama dalam menjaga demokrasi yang bermartabat dalam perkembangan transformasi digital saat ini, yang juga menjadi konsen mahasiswa sebagai insan akademik yang memiliki peran krusial. 

Karena itu, mantan Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta itu menekankan, kesuksesan agenda digital Bawaslu sangat bergantung pada kolaborasi dengan mahasiswa sebagai generasi muda dan perguruan tinggi, yang diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi agen literasi digital yang mampu menangkal hoaks.

"Mahasiswa adalah agen perubahan yang strategis. Kami butuh kolaborasi ini agar pengawasan pemilu lebih partisipatif dan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah dalam mengawal proses demokrasi," kata Puadi.

Melalui program Bawaslu Kampus Connect, Puadi berharap dapat tercipta ekosistem digital yang sehat, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi bersinergi dengan semangat kepemudaan untuk menjaga integritas pemilu di masa depan. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMJ Prof. Ma'mun Murod Albarbasy, Peneliti Senior Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro, dan sejumlah akademisi lainnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya