Berita

SPKLU di Rest Area Jalan Tol yang dikelola Jasa Marga. (Foto: Dokumentasi Jasa Marga)

Bisnis

Pemerintah Percepat Pemerataan SPKLU Dorong Partisipasi Pelaku Usaha

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 21:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah terus menggenjot pemerataan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong pengembangan SPKLU melalui penguatan sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus membuka peluang bagi badan usaha untuk mengambil bagian dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Koordinator Pengembangan Smart Grid, Stasiun Pengisian dan Penyimpanan Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM, Wahyudi Joko Santoso, mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema pengembangan SPKLU yang memungkinkan hadirnya berbagai model bisnis.


“Pengembangan SPKLU juga membuka ruang bagi beragam model bisnis. Keberagaman model usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi badan usaha dan mempercepat penyediaan infrastruktur pengisian di berbagai wilayah,” kata Joko, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU periode 2025-2030.

Regulasi tersebut menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan SPKLU, termasuk mempertimbangkan persebaran lokasi serta jenis teknologi pengisian yang dibutuhkan.

Ditjen Gatrik, kata Joko, juga terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Adapun lokasi pengembangan SPKLU diarahkan tidak hanya di pusat kota. Pemerintah merencanakan penyediaannya di sejumlah titik strategis, mulai dari pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan industri, rest area jalan tol, SPBU, kawasan pariwisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel hingga pelabuhan.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memangkas proses perizinan bagi badan usaha yang ingin masuk dalam bisnis penyediaan SPKLU.

Subkoordinator Pengembangan Stasiun Pengisian dan Penyimpanan Listrik Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Andi Nur Arief Wibowo, mengatakan penyederhanaan perizinan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menarik lebih banyak pelaku usaha.

“Peluangnya (pengembangan SPKLU) izinnya sudah semakin sederhana, Pemerintah sudah punya plan untuk pengembangan SPKLU, dan juga model bisnis yang beragam,” ujar Andi.

Pemerintah berharap kemudahan tersebut dapat menciptakan iklim usaha yang lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia.

Sementara itu, pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional mulai tercermin dari meningkatnya konsumsi listrik pada SPKLU.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M Fahrur Rozy, sebelumnya menyebut konsumsi listrik SPKLU hingga Juni 2026 telah mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh).

Angka tersebut bahkan telah melampaui konsumsi listrik SPKLU sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 48,5 juta kWh.

Dengan realisasi tersebut, konsumsi listrik SPKLU pada enam bulan pertama 2026 telah tumbuh sekitar 28 persen dibandingkan total konsumsi sepanjang tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator semakin kuatnya penggunaan kendaraan listrik sekaligus kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian yang memadai di berbagai daerah.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya