Berita

Pelaku mutilasi di Depok, Saepullah. (Foto: Instagram RMOL)

Presisi

Pelaku Mutilasi di Depok Sadar Terjangkit HIV Usai 3 Bulan Donor Darah

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 19:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi berhasil mengungkap rekam jejak penyakit HIV yang ada dalam tersangka kasus mutilasi Saepullah (26). 

Rupanya, Saepullah baru tahu kondisinya positif HIV itu setelah mendonorkan darahnya pada sebuah acara donor darah di Palang Merah Indonesia (PMI) yang pada saat itu digelar di GDC Depok, Jawa Barat (Jabar).

"Yang bersangkutan aktif mendonorkan darah di kegiatan acara acara donor darah sejak menduduki bangku sekolah SMA pada sekitar bulan Februari 2026 tersebut tersangka berhasil mendonorkan darahnya. Tiga minggu kemudian tersangka dikabarkan bahwa tersangka terindikasi terkena HIV. Dari situlah tersangka melakukan pengecekan pada sekitar bulan Maret 2026 di Puskesmas Pancoran Mas Depok dan mendapatkan hasil positif HIV,” kata Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.


Pengakuan itu diperkuat, saat pihaknya memeriksa kerabat dari tersangka yang sama mengidap HIV. Terbukti, mereka telah masuk dalam sebuah perkumpulan untuk saling memberikan dukungan bagi pengidap HIV.

“Kerabat terdekat tersangka saling mensuport dan membantu tersangka untuk rutin menjalani rehabilitasi manual (penyembuhan rawat jalan) dan konsumsi obat secara mandiri. Kemudian berdasarkan Pengakuan tersangka, tersangka rutin kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas Depok,” jelas Dimitri.

Saepullah sendiri merupakan pelaku pembunuhan dan pemutilasi yang jasadnya ditemukan di daerah Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Saepullah ditangkap saat hendak melarikan diri ke daerah Pandeglang, Banten. 

Dari hasil pemeriksaan, antara tersangka dengan korban keduanya saling mengenal diduga penyuka sesama jenis dan motif pelaku karena cekcok.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya