Berita

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat. (Foto: Istimewa)

Politik

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peran ibu rumah tangga dalam membentuk karakter anak dinilai memiliki posisi penting dalam pembangunan manusia dan masa depan bangsa. Karena itu, dukungan negara terhadap para ibu yang menjalankan peran pengasuhan dinilai perlu diperkuat, termasuk melalui kebijakan perlindungan dan insentif.

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Viktor Laiskodat mengatakan pekerjaan pengasuhan yang dilakukan seorang ibu memiliki dampak panjang terhadap kualitas generasi yang akan datang.

Menurut Viktor, seorang ibu mencurahkan waktu, tenaga, perhatian, kesempatan, bahkan kenyamanan dirinya untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik.


“Para ibu rela mengorbankan segala yang mereka miliki, waktu, tenaga, perhatian, kesempatan, bahkan kenyamanan diri untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan baik,” kata Viktor kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menilai, peran tersebut berlangsung setiap hari dan menyentuh berbagai aspek kehidupan anak. Ibu mendampingi, merawat, sekaligus mendidik anak sejak lingkungan keluarga menjadi ruang pertama tempat mereka belajar mengenal kehidupan.

“Di tangan seorang ibu, nilai-nilai kehidupan paling banyak ditanamkan. Keberanian, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta Tanah Air mulai dibentuk dari rumah,” ujar Viktor.

Bagi Viktor, pendidikan karakter tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan di sekolah. Lingkungan keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk cara anak memandang dirinya, orang lain, dan lingkungan sosialnya.

Termasuk dalam menumbuhkan nasionalisme. Menurut dia, kecintaan terhadap Indonesia dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang diperkenalkan orang tua kepada anak sejak dini, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan berani melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa.

“Nasionalisme pun tumbuh dari rumah. Dari cerita seorang ibu tentang Indonesia, dari ajaran untuk menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menghormati sesama, dan berani melakukan sesuatu yang baik bagi bangsa,” jelasnya.

Karena besarnya tanggung jawab tersebut, Viktor mendorong agar perhatian terhadap ibu rumah tangga yang menjalankan fungsi pengasuhan menjadi bagian dari agenda pembangunan manusia.

Ia menilai, banyak ibu menjalankan pekerjaan pengasuhan dengan dukungan yang terbatas, sementara tanggung jawab yang mereka pikul sangat besar dan berlangsung tanpa mengenal jam kerja.

“Sudah saatnya Indonesia memberikan perhatian yang lebih nyata kepada para ibu rumah tangga yang menjalankan peran pengasuhan dengan dukungan yang terbatas. Perhatian lebih berupa insentif dan kebijakan perlindungan bagi mereka perlu menjadi bagian dari agenda pembangunan manusia,” tutur Viktor.

Menurut dia, dukungan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penguatan keluarga, kata Viktor, pada akhirnya berkaitan erat dengan kualitas generasi yang akan memegang tanggung jawab bangsa pada masa mendatang.

“Bagi saya, ibu adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Apa yang ditanamkan seorang ibu di rumah akan ikut menentukan manusia seperti apa yang tumbuh dan kelak membangun bangsa ini,” ujar Viktor.

Ia menambahkan, setiap nilai yang ditanamkan seorang ibu kepada anak memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi karakter yang menentukan perjalanan hidup anak tersebut.

“Ketika seorang ibu mengajarkan anaknya untuk berani, bertanggung jawab, peduli kepada sesama, dan mencintai Indonesia, sesungguhnya ia sedang menanam benih masa depan bangsa,” pungkas Viktor.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya