Berita

Consumer Banking UOB Indonesia, Herman Soesetyo (memegang mikrofon) dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 bertajuk "Powering Indonesia's Next Engine of Growth", di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 15:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri perbankan semakin dituntut untuk tidak lagi sekadar menawarkan produk kepada nasabah. 
Pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik dan kebutuhan setiap segmen nasabah menjadi kunci untuk memenangkan persaingan, terutama di tengah pertumbuhan kelompok affluent dan emerging affluent di Indonesia.

Consumer Banking UOB Indonesia, Herman Soesetyo, mengatakan, UOB memilih pendekatan berbeda. Saat ini UOB menggeser fokus dari sekadar produk menjadi strategi yang lebih berorientasi pada klien atau client-centric.

“Kita sudah beralih, fokus kita lebih ke segmentasi klien-sentris daripada ke produk itu sendiri,” ujar Herman dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 bertajuk "Powering Indonesia's Next Engine of Growth", di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

“Kita sudah beralih, fokus kita lebih ke segmentasi klien-sentris daripada ke produk itu sendiri,” ujar Herman dalam acara UOB Media Editors Circle 2026 bertajuk "Powering Indonesia's Next Engine of Growth", di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat produk perbankan bukan lagi menjadi titik awal dalam melayani nasabah. Sebaliknya, bank terlebih dahulu memahami kebutuhan dan karakteristik nasabah, kemudian menawarkan produk yang paling relevan.

Dalam strategi tersebut, UOB memberikan perhatian khusus kepada dua kelompok nasabah, yakni affluent client group dan emerging affluent group.

Herman menilai kedua segmen itu memiliki potensi yang semakin besar seiring pertumbuhan jumlah masyarakat dengan kemampuan belanja dan aset yang meningkat. 

Ia merujuk pada data yang disampaikan dalam diskusi tersebut, yang menunjukkan besarnya populasi kelompok emerging hingga affluent di Indonesia.

Potensi tersebut juga tercermin dari proyeksi pertumbuhan segmen affluent. Herman mengutip survei Knight Frank yang menyebut bahwa kelompok ini diperkirakan tumbuh sekitar 82 persen hingga 2030-2031.

“Arahnya itu semakin kompleks, bagaimana kita sebagai perbankan dipacu untuk bisa serve better ke customer needs tersebut,” katanya.

Menurut Herman, perubahan pendekatan menjadi semakin penting. Bank tidak cukup hanya memiliki beragam produk, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan nasabah berdasarkan segmennya.

Dengan strategi tersebut, UOB berupaya membangun layanan yang lebih relevan bagi setiap kelompok nasabah. Fokus pada segmen juga memungkinkan bank melihat kebutuhan nasabah secara lebih utuh, bukan hanya berdasarkan produk yang ingin mereka gunakan.

“Jadi kita beralih bukan hanya ke product centric, namun kita menjadi ke segment centric atau client centric,” tutur Herman.

Ia menekankan, perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan perbankan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya produk yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan bank mengenali karakteristik nasabah dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya