Berita

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: RMOL)

Hukum

Kesaksian Eks Dirut GoTO Bantah Nadiem Nikmati Rp809 Miliar

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Direktur Utama PT AKAB sekaligus PT GoTo, Andre Soelistyo, membantah uang Rp809 miliar dalam transaksi antara PT AKAB dan PT Gojek Indonesia diterima atau dinikmati mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem seusai mendengarkan kesaksian Andre Soelistyo dalam persidangan. Menurut Nadiem, kesaksian Andre justru menunjukkan bahwa transaksi Rp809 miliar tersebut merupakan aksi korporasi dan tidak memberikan keuntungan ekonomi kepadanya.

“Tadi saksi Andre Soelistyo, Dirut GoTo selama saya di perusahaan maupun saya di kementerian, baru saja bersaksi dan membuktikan bahwa semua keputusan hakim di PN ternyata salah semua,” ujar Nadiem usai menjalani sidang banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. 


Nadiem mengatakan, transaksi Rp809 miliar tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya. Ia mengaku baru mengetahui transaksi itu ketika perkara masuk dalam tahap penyidikan.

Menurut Nadiem, Andre juga menjelaskan bahwa seluruh bukti transaksi tersedia, termasuk transfer Rp809 miliar dari PT AKAB ke PT Gojek Indonesia dan transfer balik dari PT Gojek Indonesia ke PT AKAB pada hari yang sama.

Nadiem menegaskan, tidak ada bagian dari dana tersebut yang diterimanya. Ia juga mengklaim tidak memperoleh keuntungan ekonomi maupun manfaat dari transaksi tersebut.

“Tidak sepeser pun diterima oleh saya dan tidak ada keuntungan ekonomi apa pun. Saya tidak menjual saham pada saat itu, saya tidak menerima benefit kenaikan nilai saham, dan saya tidak menerima sepeserpun uang,” tegas Nadiem.

Ia menambahkan, seluruh transaksi korporasi tersebut tercatat dalam laporan keuangan GoTo dan telah melalui proses audit.

“Semua bukti korporasi ada, tercatat dalam laporan keuangan GoTo dan semua diaudit sekelas auditor internasional dan juga telah diaudit oleh OJK,” katanya.

Atas dasar itu, Nadiem mempertanyakan pencantuman uang pengganti Rp809 miliar dalam putusan pengadilan sebelumnya. Menurutnya, pencantuman tersebut tidak memiliki dasar karena dirinya tidak menerima aliran dana maupun memperoleh keuntungan dari transaksi.

“Saya dibilang tidak ada unsur memperkaya diri karena memang tidak ada aliran dana apa pun, tidak ada PPATK, tetapi tiba-tiba di ujung ditambahkan uang pengganti Rp809 miliar,” ujarnya.

Nadiem menilai kesaksian Andre dalam persidangan kali ini memberikan penjelasan bahwa transaksi tersebut murni merupakan aksi korporasi yang tidak melibatkannya.

“Hari ini semua hakim di PT mendapat pencerahan dari Pak Andre bahwa ini murni aksi korporasi yang tidak melibatkan saya dan tidak menguntungkan saya,” pungkasnya.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya