Ilustrasi bansos/Istimewa
Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus menggenjot penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako untuk Triwulan III periode Juli hingga September 2026.
Penyaluran bantuan ini didasarkan pada data mutakhir yang diperbarui secara berkala setiap tiga bulan sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan update data terbaru, untuk bansos sembako terdapat belasan juta penerima yang berlanjut ke triwulan III dengan jutaan KPM yang mengalami pengalihan.
Begitu pula dengan Bansos PKH yang mencatatkan jutaan KPM penerima lanjutan. Pengalihan atau penangguhan bansos ini umumnya disebabkan oleh faktor demografi seperti kematian, perubahan status desil, hingga terdeteksinya transaksi judi online berdasarkan laporan dari PPATK.
Penentuan sasaran penerima bantuan menggunakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang dinamakan desil, bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Terdapat sepuluh kelompok desil yang masing-masing berisi 10 persen keluarga di Indonesia. Pemerintah secara khusus memprioritaskan penyaluran bansos kepada masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4.
Rincian sepuluh kriteria desil tersebut mencakup desil 1 sebagai kelompok sangat miskin atau 10 persen terbawah, desil 2 kelompok miskin, desil 3 kelompok hampir miskin, dan desil 4 kelompok rentan miskin. Sementara itu, desil 5 hingga 10 mencakup kelompok menengah bawah hingga kelompok sangat kaya.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan status kepesertaan dan kriteria desil mereka secara transparan, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri lewat ponsel tanpa perlu mendatangi kantor kelurahan atau dinas sosial.
Warga cukup mengunjungi laman resmi cek bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id, memasukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai e-KTP, mengisi kode captcha, lalu mengklik tombol cari data.