Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Menanti Data Inflasi AS, Pergerakan Harga Emas Mulai Terbatas

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak melemah pada penutupan perdagangan Selasa 11 Agustus 2026, namun posisinya masih bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir. 

Para investor saat ini bersikap hati-hati sambil menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat, yang diperkirakan bakal menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

Emas spot turun 0,3 persen menjadi 4.376,31 Dolar AS per ons. Sebelumnya, emas spot sempat melonjak ke level 4.434,84 Dolar AS per ons, angka tertinggi sejak 5 Juni, sekaligus menguji batas pergerakan rata-rata 100 hari (moving average) di posisi 4.387,92 Dolar AS.


Emas berjangka AS Untuk kontrak pengiriman Desember justru ditutup menguat 0,5 persen ke level 4.441,10 Dolar AS per ons.

Data CPI AS yang akan dirilis Rabu serta Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis diprediksi menjadi acuan utama kebijakan moneter. 

Pekan lalu, laporan data tenaga kerja AS bulan Juli yang cenderung melemah telah meredam spekulasi kenaikan suku bunga bulan depan, sehingga sempat melambungkan harga emas hingga 2,4 persen dalam sehari.

Kalkulasi FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar 50 persen pada September dan 79 persen pada Desember.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan pada Senin bahwa saat ini merupakan momen yang pas untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap. Langkah ini dinilai perlu guna menghindari lonjakan suku bunga yang lebih drastis di kemudian hari. Secara umum, tren suku bunga tinggi dapat menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (yield). 

Dari panggung geopolitik, Presiden AS Donald Trump merespons tuntutan kesepakatan damai dari Iran dengan mengajukan syarat balasan, termasuk ganti rugi atas korban perang, serangan, dan aksi protes. Ketegangan ini turut menahan harga minyak di kisaran level tertingginya dalam sepekan.

Sementara itu, pergerakan harga logam mulia lainnya tercatat merosot. Perak spot melemah 1,4 persen ke posisi 64,80 Dolar AS per ons. 

Platinum juga ditutup turun 0,7 persen menjadi 1.740,37 Dolar AS per ons. Sedangkan paladium terkoreksi 1,3 persen ke level 1.365,60 Dolar AS per ons.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya