Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus. (Foto: Istimewa)

Politik

Pemprov DKI Didorong Perkuat Fiskal Pasca Pemotongan DBH

RABU, 12 AGUSTUS 2026 | 03:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat fiskal, meski ada pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun dari Pemerintah Pusat.

“Kami mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat sinergiitas dengan pemerintah pusat dan DPRD dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Jakarta,” kata Dailami dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Rabu 12 Agustus 2026.

Dailami mengatakan, kebijakan fiskal terhadap Jakarta harus tetap memperhatikan posisi daerah tersebut sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional yang setiap hari melayani jutaan masyarakat dari kawasan aglomerasi.


"Jakarta tetap memikul tanggung jawab yang sangat besar sebagai pusat pemerintahan, pusat perekonomian nasional, sekaligus kota yang setiap hari melayani jutaan masyarakat dari kawasan aglomerasi," kata Dailami.

Ia menilai, prinsip keadilan fiskal perlu menjadi perhatian dalam kebijakan DBH. Jakarta, kata dia, membutuhkan dukungan fiskal yang proporsional agar berbagai pelayanan publik dan pembangunan strategis tetap berjalan optimal, di antaranya pembangunan infrastruktur, transportasi massal, pendidikan, kesehatan, serta pengendalian banjir.

Dailami memastikan DPD RI akan terus mengawal aspirasi Pemprov DKI Jakarta kepada pemerintah pusat, khususnya terkait kebijakan DBH.

Selain persoalan fiskal, Dailami menekankan pentingnya penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat. Rasa aman merupakan fondasi bagi keberlangsungan pembangunan dan aktivitas ekonomi di Jakarta.

Ia mendorong penegakan hukum dilakukan secara tegas, adil, dan tanpa pandang bulu. Namun, upaya tersebut harus diiringi langkah pencegahan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

"Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, adil, dan tanpa pandang bulu," kata Dailami.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya