Berita

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella. (Foto: Istimewa)

Politik

Kader Gigih Kalah Sama Modal, Hanura Usul Sistem Pemilu Kombinasi

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Hanura mengusulkan perubahan sistem Pemilu Legislatif menjadi sistem kombinasi antara proporsional tertutup dan terbuka.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) atau Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, proporsional terbuka selama ini berpotensi membuat kader yang gigih membesarkan partai tersingkir oleh calon yang memiliki kekuatan finansial lebih besar.

"Pemilu itu seharusnya setiap masanya meningkatkan kualitas dari isi Pemilu itu sendiri. Kita berharap pada Pemilu 2029 ini kualitas DPR, DPRD tingkat 1 dan tingkat 2 juga mulai meningkat," kata Rio dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Agustus 2026.


Rio mengatakan, selama ini sistem proporsional terbuka cenderung membuat kontestasi Pemilu seperti pasar bebas.

"Orang yang bagus, nomor satu, aktivis di partai, mungkin bawahannya oke, hanya kalah pada modal atau kapital. Sehingga tersingkir dan dimenangkan oleh orang yang tidak mengikuti proses berpartai dan mengembangkan partainya sama sekali," katanya.

Karena itu, Rio menilai perlu ada peran partai politik dalam menentukan caleg yang dinilai berkualitas. Namun, ia tidak ingin mekanisme tersebut sepenuhnya menutup ruang bagi caleg untuk memperoleh kursi berdasarkan perolehan suara.

Hanura, sambung Rio, mendukung sistem kombinasi atau setengah terbuka. Dalam skema tersebut, partai memiliki kewenangan menempatkan kader unggul pada nomor urut tertentu. Sementara, perolehan suara tetap menjadi pertimbangan untuk mendapatkan kursi berikutnya.

"Kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi, maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor satu, kursi berikutnya ditentukan oleh suara terbanyak," jelasnya.

Menurut Rio, mekanisme tersebut akan memberikan penghargaan kepada partai, sekaligus tetap memberikan kesempatan kepada caleg untuk berkompetisi mendapatkan suara.

"Kalau cuma dapat satu kursi, maka diserahkan kepada orang yang diusulkan oleh partainya pada urut nomor satu. Sehingga, ada penghargaan dan membudayakan agar orang itu menjadi caleg dengan cara membesarkan partainya dulu," tambah Wakil Ketua Umum Hanura itu.

Dia juga menilai mekanisme kombinasi juga dapat mendorong kader untuk konsisten membangun partai. Bukan berpindah-pindah partai hanya karena memiliki modal besar.

"Jangan kemudian dia bisa pindah-pindah antarpartai politik hanya dengan mengandalkan uang yang banyak. Saya pikir itu juga bikin demokrasi kita kurang sehat," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya