Berita

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin peresmian groundbreaking Blok Masela (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Blok Masela Jalan, Langkah Penting Jaminan Ketahanan Energi Nasional

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 21:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela pada 16 Juli 2026 menjadi satu langka penting bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional. 

Produksi gas bruto Proyek Abadi Masela yang diproyeksikan mencapai kisaran 1,75 BSCFD dapat menjadi salah satu solusi terhadap defisit pasokan gas di sejumlah wilayah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner, Komaidi Notonegoro, peran penting groundbreaking pengembangan proyek Lapangan Abadi Masela terhadap ketahanan energi dan perekonomian nasional menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi dan neraca gas nasional pada beberapa tahun mendatang. 


Total cadangan gas Lapangan Abadi Masela disampaikan mencapai kisaran 18,54 TSCF atau setara dengan 53,30% total cadangan terbukti gas nasional tahun 2025. 

"Produksi gas dari Lapangan Abadi Masela diproyeksikan dapat mencapai kisaran 34 % dari produksi gas nasional saat ini," ujar Komaidi kepada wartawan, Selasa 11 Agustus 2026.

Kemudian, kata dia, dari perspektif ekonomi, nilai investasi pengembangan Lapangan Abadi Masela yang direncanakan sebesar 34,75 miliar Dolar AS atau sekitar Rp590 triliun (asumsi nilai tukar Rp 17.000 per Dolar AS) berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang besar. 

Berdasarkan kajian ReforMiner investasi pada pengembangan Lapangan Abadi Masela tersebut berpotensi menciptakan nilai tambah terhadap perekonomian nasional hingga kisaran Rp2.363 triliun.

Data Kementerian ESDM (2023) mencatatkan, total biaya investasi pengembangan Lapangan Abadi Masela sepanjang umur proyek diperkirakan mencapai sekitar 34,754 miliar Dolar AS. 

Nilai investasi tersebut terdiri atas investasi di luar sunk cost sebesar 20,946 miliar Dolar AS, biaya operasi sebesar 12,978 miliar Dolar AS, serta biaya Abandonment and Site Restoration (ASR) sebesar 830 juta Dolar AS. 

Nilai biaya tersebut setara sekitar 2,3 kali realisasi investasi hulu migas nasional pada 2025 yang mencapai 15,42 miliar Dolar AS. 

Kata Komaidi lagi, pengembangan Lapangan Abadi Masela juga sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah. 

"Proyek Masela berpotensi menjadi solusi terhadap kebutuhan gas di Indonesia Timur untuk proyek petrokimia, smelter, kelistrikan, dan industri yang diproyeksikan mencapai kisaran 380-680 MMSCFD," katanya.

Komaidi menilai kehadiran Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam struktur konsorsium proyek LNG Abadi Masela akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan Blok Masela. 

Menurutnya, status Pertamina sebagai BUMN, menguasai sebagian besar infrastruktur distribusi gas, dan memegang pangsa pasar yang besar dalam niaga gas domestik, merupakan nilai tambah yang tidak dimiliki oleh pihak lain. 

"Terlaksananya groundbreaking proyek Abadi Masela kemungkinan tidak terlepas dari posisi dan peran strategis Pertamina tersebut," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya