Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai masih belum tepat sasaran.

Menurut Bahlil, sebagian subsidi justru dinikmati masyarakat yang tergolong mampu. Salah satunya subsidi untuk BBM jenis Pertalite yang masih dikonsumsi masyarakat dari kelompok ekonomi atas.

"Tadi kita membahas juga terhadap pola subsidi tepat sasaran. Selama ini kan kita tahu, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masak orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite. Desil 9, desil 10, masih kena, masih dapat subsidi," kata Bahlil di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.


Karena itu, pemerintah mulai membahas mekanisme pembatasan subsidi, khususnya bagi desil 9 dan 10 dengan menyasar jenis-jenis mobil.

"Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden. Nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri (Keuangan)," jelasnya.

“Jangan pakai BMW, pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi,” sambungnya.

Sebelumnya kajian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) juga menunjukkan konsumsi Pertalite masih banyak berasal dari kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke atas.

Head of Center of Industry, Trade and Investment Indef, Andry Satrio Nugroho, mengatakan masyarakat berpendapatan menengah ke atas mengonsumsi sekitar 63 persen dari total Pertalite atau Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).

“Berdasarkan kajian Indef pada 2023, sekitar 63 persen dari mereka yang mengonsumsi Pertalite itu berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah ke atas,” kata Andry pada April 2026 lalu.

Menurut Andry, kondisi tersebut menunjukkan persoalan ketepatan sasaran dalam penyaluran subsidi BBM masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, khususnya Kementerian ESDM.

Ia mengatakan tingginya konsumsi Pertalite oleh kelompok mampu juga menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan mekanisme subsidi agar anggaran negara tidak banyak dinikmati masyarakat yang sebenarnya tidak berhak.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya