Berita

Ilustrasi penambangan. (Foto: artificial intelligence)

Bisnis

Membidik Bisnis Logam Tanah Jarang dari Residu Bauksit

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 18:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hilirisasi bauksit Indonesia mulai diarahkan ke tahap yang lebih strategis. Holding Industri Pertambangan Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, membidik potensi bisnis Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) yang terkandung dalam residu dan produk samping pengolahan mineral.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan mengatakan, kunci komersialisasi LTJ terletak pada kemampuan menguasai teknologi ekstraksi yang efisien sekaligus ekonomis.

“Jika Indonesia mampu memisahkan LTJ dari mineral ikutannya secara ekonomis dan efisien, sesungguhnya Indonesia sudah menjadi negara pengolah LTJ,” ujar Dany dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.


Menurut Dany, potensi LTJ di Indonesia antara lain terdapat pada residu bauksit atau bauxite residue/red mud, terak nikel, hingga produk samping pengolahan timah.

Pengembangan bisnis LTJ dinilai dapat memperpanjang rantai nilai industri pertambangan nasional sekaligus membuka sumber pendapatan baru dari material yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi tersebut mencuat di tengah aktivitas ekspor produk hilirisasi bauksit melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebanyak 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina (CGA) diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan China.

Ekspor tersebut menunjukkan hilirisasi bauksit nasional telah menghasilkan produk dengan nilai tambah. Namun, nilai ekonominya masih berpotensi ditingkatkan dengan mengekstraksi mineral ikutan dari proses pengolahan.

Meski memiliki prospek besar, pengembangan bisnis LTJ di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi regulasi dan keekonomian.

Pemerintah dinilai perlu memberikan kepastian hukum mengenai status LTJ, apakah dikategorikan sebagai mineral utama atau unsur ikutan. Selain itu, diperlukan regulasi mengenai ambang batas (threshold) kandungan LTJ.

Tantangan lainnya berada pada aspek teknis. Kadar sejumlah unsur LTJ, seperti serium dan lantanum, relatif rendah dan umumnya hanya ditemukan dalam konsentrasi satuan part per million (ppm).

Kondisi tersebut membuat keekonomian bisnis LTJ sangat bergantung pada efisiensi teknologi pemisahan dan pemurnian.

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, MIND ID bersama Badan Industri Mineral (BIM), dengan dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tengah menyusun peta jalan (roadmap) teknologi pengolahan dan pemurnian LTJ nasional.

Peta jalan tersebut akan memetakan sumber bahan baku LTJ sekaligus kebutuhan penguasaan teknologi pemurnian di dalam negeri.

Langkah itu dinilai penting mengingat permintaan global terhadap LTJ terus meningkat seiring ekspansi industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, perangkat elektronik, dan berbagai teknologi tinggi.

Bagi Indonesia, pemanfaatan LTJ dari residu pengolahan mineral dapat membuka ekosistem bisnis baru. Material yang selama ini dipandang sebagai limbah berpotensi diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Dengan strategi tersebut, hilirisasi bauksit nasional tidak lagi berhenti pada produksi alumina, tetapi berpeluang bergerak menuju penguasaan rantai nilai mineral strategis hingga tingkat global.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya