Berita

Menko PMK Pratikno (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Menko PMK Ungkap OMC di Bromo Baru Bisa Dilakukan Empat Hari Lagi

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 17:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Pratikno mengatakan, kendala utama pelaksanaan OMC di kawasan Bromo saat ini adalah tidak adanya awan yang memadai. 

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi tersebut diperkirakan baru berubah sekitar empat hari mendatang.


“Iya problemnya di Bromo OMC ini sementara ini nggak bisa jalan karena memang tidak ada awan. Kita perkirakan anu kalau sesuai dengan ramalan itu 4 hari lagi ada awan untuk bisa OMC gitu,” kata Pratikno saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pratikno sebelumnya bertolak menuju Malang pada Selasa pagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bromo. 

Di lokasi, dia mengikuti rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri guna mempercepat penanganan karhutla yang masih melanda kawasan tersebut.

Menurut Pratikno, pemerintah tetap mengoptimalkan upaya pemadaman sembari menunggu kondisi cuaca memungkinkan untuk pelaksanaan OMC. 

Dari hasil pemantauan terakhir, masih terdapat dua titik api yang harus segera ditangani agar tidak kembali merembet ke wilayah lain.

“Jadi memang ada 36 titik kebakaran ya, paling puncaknya yang lalu. Ini tadi masih ada dua titik, titik apa, titik kebakaran, titik api. Ada dua titik api, makanya kita tetap pertahankan untuk bantuan dari BNPB untuk water bombing ya,” jelasnya.

Karhutla di kawasan TNBTS sendiri dilaporkan telah meluas hingga 742,7 hektare sejak pertama kali terjadi pada Senin 3 Agustus 2026.

Tim gabungan masih melakukan pemadaman, termasuk melalui water bombing menggunakan dua unit helikopter dan water spray dengan drone BPBD Jawa Timur, sembari mengantisipasi meluasnya api ke wilayah Probolinggo dan Pasuruan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya