Berita

Politikus PKS Haru Suandharu. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Ini Alasan PKS Tidak Jadi Oposisi di Era Prabowo

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan hubungan politik dengan Presiden Prabowo Subianto telah terjalin cukup lama dan berlangsung secara baik, meski sempat berada di posisi yang berbeda dalam kontestasi politik.

Hal itu disampaikan politikus PKS Haru Suandharu yang mengungkap komunikasi antara PKS dan Prabowo, termasuk ketika Prabowo memutuskan bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Haru, Prabowo terlebih dahulu berkomunikasi dengan PKS sebelum menerima tawaran menjadi Menteri Pertahanan di pemerintahan Jokowi. Komunikasi tersebut dinilai menunjukkan hubungan yang terbuka antara Prabowo dan PKS.


“Waktu beliau mau gabung di pemerintahan Jokowi kan ngobrol,” ujar Haru di kanal Youtube Hendri Satrio, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia mengatakan, setelah Pilpres 2019, Prabowo secara terbuka menyampaikan kepada PKS mengenai keputusannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

“Pak Prabowo pamit ke PKS, ‘Saya mau gabung dengan Pak Jokowi’,” katanya.

Haru menuturkan, saat itu PKS tetap memilih berada di luar pemerintahan. Keputusan tersebut diambil melalui Majelis Syura sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

“Pak Prabowo gentle. Dengan kita ngobrol, ‘Saya mau gabung’. Terus PKS lewat Majelis Syura bilang kita tetap oposisi. Dia nanya, ‘Enggak apa-apa PKS sendirian?’ Enggak apa-apa, kan harus ada check and balances,” jelasnya.

Menurut Haru, perbedaan posisi politik tersebut tidak membuat hubungan PKS dengan Prabowo menjadi buruk. Ia menegaskan tidak pernah ada permusuhan personal maupun komunikasi negatif antara kedua pihak.

“Makanya enggak ada cerita jelek kita tuh dengan Pak Prabowo,” tegasnya.

Haru juga menyinggung sikap PKS ketika dirinya menjadi bagian dari tim kampanye Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Menurutnya, meski PKS berada di kubu yang berbeda dengan Prabowo, tidak pernah ada serangan personal maupun narasi buruk yang diarahkan kepada Prabowo.

“Waktu saya juga jadi ketua tim kampanye Anies, enggak ada satu kata pun yang keluar dari tim kampanye kita begini begitu. Karena kita bareng setahun kok,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ketika PKS akhirnya memutuskan bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran, keputusan tersebut juga dilakukan tanpa meninggalkan persoalan dengan Prabowo.

“Waktu kita memutuskan dukung Anies di 2024 kita juga baik-baik. Makanya ketika kita gabung koalisi enggak ada perasaan bersalah,” katanya.

Haru menilai hubungan baik yang telah terbangun selama bertahun-tahun menjadi salah satu alasan PKS tidak melihat alasan untuk terus berada di posisi oposisi setelah Prabowo menjadi Presiden.

“Kita berkawan baik, dukung beliau 10 tahun, sekarang jadi Presiden. Kenapa jadi harus oposisi?” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya