Berita

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Pemerintah Tegaskan Ojol Tak Bakal Kena Pajak Meski Berstatus UMKM

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 18:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengemudi ojek online (ojol) yang akan ditetapkan sebagai usaha mikro dipastikan tidak akan dikenakan pajak selama omzetnya berada di bawah batas yang ditentukan bagi pelaku UMKM.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan, status ojol sebagai usaha mikro sudah disepakati dan kini tinggal menyelesaikan beberapa pasal sebelum aturan tersebut difinalisasi.

Maman menjelaskan, penetapan ojol sebagai UMKM akan memberikan sejumlah keuntungan, termasuk akses terhadap paket kebijakan dan insentif bagi pelaku usaha mikro.


"Mereka tidak kena pajak," kata Maman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, ketentuan tersebut mengacu pada batas omzet UMKM yang berada di bawah Rp500 juta. Sementara, omzet pengemudi ojol rata-rata disebut berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta.

"Jadi artinya mereka tidak dikenakan pajak. Itu juga mereka mendapatkan insentif itu. Jadi saya mau lurusin loh, kalau misalnya ada cerita-cerita mengatakan mengenai bahwa ojol akan dikenakan pajak lah ini segala macam, saya luruskan enggak. Jadi totally 100 persen itu isu hoaks," tegasnya.

Maman mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekitar 20 asosiasi dan komunitas ojol. Mayoritas menyampaikan aspirasi agar pengemudi ojol ditetapkan sebagai pelaku usaha mikro.

Selain bebas pajak sesuai ketentuan omzet tersebut, status UMKM juga membuka peluang bagi pengemudi ojol untuk memperoleh berbagai insentif serta mengembangkan usaha. Maman mencontohkan peluang pengembangan usaha melalui kepemilikan dan penyewaan kendaraan.

Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan sekitar dua pasal sebelum aturan tersebut difinalisasi. Maman menargetkan proses tersebut dapat dituntaskan dalam pekan ini sesuai arahan Presiden.

"Perintah dari Pak Presiden harus secepatnya. Jadi tadi juga kita sepakat dengan Bapak Menteri dan juga tadi kita bicara dengan pimpinan DPR. Kita sepakat mau kita tuntaskan secepatnya," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah aturan utama rampung, sejumlah kementerian terkait akan menyusun peraturan turunan sesuai kewenangan masing-masing. Seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas ojol sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem transportasi digital.

Maman juga menegaskan keberlangsungan perusahaan aplikator tetap menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, keberadaan pengemudi dan aplikator merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam ekosistem transportasi digital.

"Yang penting kita tuntaskan dulu aturannya," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya