Berita

Pecalang berjaga di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. (Foto: RMOL)

Sepak Bola

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

LAPORAN: VAYANTRI DIVIANTA*
RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 22:09 WIB

  Tak ada lautan biru para Bobotoh maupun Oranye The Jakmania yang memenuhi sudut-sudut tribun Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa 4 Agustus 2026. 

Sunyi itu tidak lain karena Semifinal Piala Presiden 2026 yang mempertemukan 4 klub sepak bola besar Indonesia, Persib Bandung vs Persija Jakarta dan Arema FC vs Persebaya Surabaya disepakati digelar tanpa penonton.

Dua laga itu akhirnya mempertemukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di babak final.


Laga perdana antara Tim Maung Bandung meladeni Macan Kemayoran digelar dengan suasana sepi. Meski tribun sunyi dari euforia suporter hal itu tidak mengurangi sengitnya rivalitas kedua tim yang sudah bertahun-tahun lalu menjadi rival. 

Di dalam stadion selama 90 menit laga berjalan panas dengan tensi pertandingan cukup tinggi, meski begitu usai laga seluruh pemain dari kedua tim nampak saling berjabat tangan dan berangkulan. 

Persib Bandung sukses menjungkalkan Persija jakarta dengan skor akhir 2-1. Anak Asuhan Igor Tolik itu di atas lapangan hijau lebih efektif sejak babak pertama. 

Peluang-peluang banyak diciptakan oleh skuad Maung Bandung, seperti yang terjadi saat peluang yang diciptakan Uilliam Barros pada menit ke-22 bisa dikonversikan menjadi gol. Umpan dari sepak pojok Luciano Guaycochea itu bisa merubah kedudukan Persib Bandung. Tak berselang lama, Balsa Sekulic menambahkan skor melalui tendangan penalti.

Persija Jakarta dengan skuad mudanya sempat kedodoran di babak pertama dan berusaha mengejar ketertinggalan di babak dari gol yang tercipta dari Kwon Chang-hoon menit ke-86. 

Pertandingan berlangsung dalam intensitas tinggi dengan catatan 32 pelanggaran terjadi di sepanjang pertandingan, di mana Persib bandung mencatatkan 14 pelanggaran dan menerima 3 buah kartu kuning. Sedangkan Persija Jakarta melakukan 18 pelanggaran.

Kelancaran pertandingan selama 90 menit tercipta bukan hanya karena kerjasama seluruh pemain dan semua yang terlibat di dalam stadion, melainkan ada ratusan petugas keamanan seperti TNI-Polri, steward, panitia penyelenggara dan juga puluhan tokoh penting yang terlibat di luar lapangan. 

Kurang lebih 90 pecalang dari Desa Adat dari Kabupaten Gianyar dilibatkan. Puluhan Pecalang itu dari Desa Adat Buruan, Peliatan, Bakbakan, dan desa adat lainnya di sekitar kawasan Stadion I Wayan Dipta.

Kepada RMOL, Dewa Gede Adi Purusa (45) mengaku keterlibatan pecalang bukan hanya sekedar menjalankan tugas adat, tapi sebuah kepercayaan yang harus dijaga.

"Kami senang karena diberi kepercayaan membantu pengamanan oleh penyelenggara, karena even seperti ini bagus untuk peluang-peluang sport tourism untuk Bali," kata Dewa.

"Meski tanpa penonton tapi kami tetap harus menjaga kondusifitas, di beberapa titik ada suporter yang ikut datang nobar di sekitar stadion," sambungnya.

Bali layak menjadi lokasi tuan rumah semifinal dan final Piala Presiden 2026 lantaran Bali memiliki situasi keamanan yang cukup kondusif untuk mempertemukan 4 tim besar yang memiliki riwayat rivalitas cukup panas di Indonesia. 

Tak hanya merasa diberikan kepercayaan sebagai masyarakat Bali untuk mensukseskan helatan pramusim ini, penyelenggaraan kali ini membawa manfaat bagi masyarakat Bali khususnya sekitar stadion. 

Turnamen Piala Presiden 2026 ikut menggerakkan perputaran ekonomi warga dengan banyaknya masyarakat yang dilibatkan selain Pecalang ada UMKM. 

"Semua dilibatkan. Kami berterima kasih kepada penyelenggara. Pecalang, UMKM, dan juga pedagang yang diuntungkan. meski tanpa penonton UMKM tetap ramai, karena yang hadir ke stadion banyak, ada keluarga pemain, keamanan, dan media," tutur Dewa.

Venue babak penyisihan yang digelar sebelumnya di Bandung dan Surabaya, memutuskan Bali menjadi lokasi semifinal dan final ditanggapi positif oleh salah satu komunitas suporter terbesar di Indonesia yang ada di Bali. 

Ketua The Jakmania Bali, Rian Hermawan mengaku komunitasnya memilih memanfaatkan pemilik UMKM atau cafe di wilayah Denpasar untuk menggelar nonton bareng sebagai bentuk dukungan untuk UMKM dan kepada Persija Jakarta.

Rian menyebut kebijakan pertandingan tanpa suporter adalah langkah yang tepat yang harus dilakukan oleh penyelenggara kompetisi demi untuk menjaga kondusifitas Bali tetap aman. Terlebih basis pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung di Bali cukup besar. 

"Selama pertandingan berlangsung kami masing-masing kelompok suporter menggelar nobar secara terpisah. itu yang bisa kami lakukan untuk bisa menjaga situasi tetap kondusif di Bali ini," ujar Rian.

Kompetisi pramusim Piala Presiden 2026 tidak hanya menghadirkan tentang hiburan rakyat yang mengantarkan Persib Bandung dan Persebaya menuju babak final. 

Di ruang-ruang tribun yang hanya nampak kursi-kursi kosong memperlihatkan bahwa rivalitas yang selama ini terjadi dengan tensi panas bisa dijalankan dengan sportivitas tinggi.

Ada pihak keamanan dan juga terpenting adalah keterlibatan pecalang dengan pakaian khas nya nambak berbaur dengan petugas keamanan lainnya. Hal ini yang tidak dimiliki oleh tuan rumah venue Piala Presiden 2026.

Di tengah rivalitas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, 90 orang pecalang ini tidak mencetak gol tidak mengangkat trofi, dan tidak masuk pada lembar statistik pertandingan.

Tapi, di Pulau Dewata kehadiran merekalah membuktikan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang hasil akhir pertandingan 2-1. Melainkan ketika sepak bola mampu memberikan keamanan sportivitas, dan juga manfaat untuk khalayak ramai.

*Kontributor Bali

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya