Berita

Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat menerima kunjungan delegasi International Republican Institute (IRI). (Foto: Istimewa)

Politik

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat menerima kunjungan delegasi International Republican Institute (IRI) bersama para pemimpin dan politisi muda dari Malaysia, Bangladesh, Filipina, dan Taiwan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan demokrasi di Asia Tenggara di tengah meningkatnya tantangan demokrasi global, mulai dari menguatnya politik uang, politik identitas, hingga fenomena post-truth politics.

Kepala BRAINS Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai prosedur pemilu, tetapi harus mampu menghasilkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak kepada rakyat. 


"Demokrasi hanya akan bertahan jika integritas mengalahkan transaksi, gagasan mengalahkan propaganda, dan meritokrasi mengalahkan politik identitas," kata Umam.

Menurut Umam, tantangan terbesar demokrasi saat ini bukan sekadar kompetisi politik, tetapi bagaimana menjaga kualitas demokrasi dari praktik-praktik yang menggerus kepercayaan publik.

"Money politics melahirkan korupsi politik. Identity politics memecah bangsa. Post-truth politics merusak rasionalitas publik. Ketiga tantangan inilah yang harus dijawab bersama," katanya.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari program pertukaran politik yang difasilitasi IRI untuk mempertemukan para pemimpin partai politik di Asia Tenggara agar saling berbagi pengalaman mengenai penguatan kelembagaan partai, pembangunan kepemimpinan, penyusunan kebijakan, hingga tata kelola pemerintahan demokratis.

Sementara itu, Ashley Stuart Bandura, IRI Contractor Taiwan, menyampaikan bahwa IRI berkomitmen memperkuat jejaring demokrasi di kawasan. 

"IRI percaya kalau demokrasi bakal makin kuat kalau para pemimpin politiknya saling belajar satu sama lain. Indonesia punya pengalaman demokrasi yang berharga banget, yang bisa jadi inspirasi buat para penggerak demokrasi di Asia Tenggara," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya