Berita

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud dalam konferensi pers rilis BPS, Rabu 5 Agustus 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Ditopang Industri dan Konsumsi Rumah Tangga

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (yoy). Kinerja tersebut terutama ditopang oleh industri pengolahan dari sisi produksi serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi bersama sektor perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi.

"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud dalam konferensi pers rilis BPS, Rabu 5 Agustus 2026.


Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Kinerja tersebut diperkuat oleh pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) serta konsumsi pemerintah yang meningkat seiring bergairahnya aktivitas ekonomi selama periode libur dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Edy menjelaskan, kelompok restoran dan hotel mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi, yakni sebesar 6,47 persen. Peningkatan itu didorong oleh naiknya konsumsi makanan jadi pada sektor penyediaan makanan dan minuman.

Sementara itu, kelompok transportasi dan komunikasi tumbuh 5,71 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, pembelian kendaraan bermotor, serta aktivitas perawatan kendaraan.

Di sisi investasi, PMTB juga membukukan pertumbuhan positif yang berasal dari investasi pemerintah maupun swasta.

"Pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada subkomponen kendaraan yang meningkat 26,03 persen," terangnya.

Selain kendaraan, subkomponen peralatan lainnya tumbuh 16,18 persen, baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun impor. Pertumbuhan PMTB juga didukung oleh realisasi investasi BKPM yang meningkat 7,14 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah ikut mencatatkan pertumbuhan seiring meningkatnya realisasi belanja negara. Kondisi tersebut didorong oleh kenaikan belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri, serta percepatan penyaluran tunjangan tenaga pendidik non-PNS.

Tak hanya itu, peningkatan belanja barang dan jasa, khususnya belanja barang yang disalurkan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi pemerintah.

Berdasarkan wilayah, BPS mencatat kawasan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi membukukan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional pada triwulan II 2026.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya