Berita

Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno (Foto: Kemlu RI)

Dunia

RI-Kamboja Pererat Sinergi Berantas Kejahatan Online Scam

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 09:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia dan Kamboja memperkuat sinergi dalam memerangi kejahatan transnasional, khususnya praktik online scam yang kerap melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI). 

Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dengan Kepala Sekretariat Commission for Combating Online Scams (CCOS) Senior Minister Chhay Sinarith di Phnom Penh beberapa waktu lalu.

Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 5 Agustus 2026, salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah kesepahaman untuk menindaklanjuti pembentukan mekanisme kerja sama operasional melalui pembentukan Indonesian Desk di Markas Besar Kepolisian Nasional Kamboja. 


Mekanisme ini diharapkan menjadi pusat koordinasi aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja dalam mempercepat pertukaran informasi, mendukung proses investigasi, serta memperkuat penanganan perkara online scam yang melibatkan WNI.

Indonesia juga menawarkan dukungan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum Kamboja melalui pelatihan mengenai kepatuhan terhadap standar Financial Action Task Force (FATF), financial forensic skills, hingga keamanan siber. 

Tawaran tersebut disambut positif sebagai bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

Kedua negara turut membahas percepatan pembaruan Memorandum of Understanding on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Enhancing Capacity Building antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Kamboja. 

Selain itu, Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan International Conference on Combating Online Scams yang akan digelar Pemerintah Kamboja pada September 2026 sebagai wadah memperkuat kolaborasi internasional dalam pemberantasan online scam.

Di sela-sela kunjungan, Wamenlu Havas meninjau fasilitas penampungan sementara WNI di KBRI Phnom Penh untuk melihat langsung upaya pelindungan dan fasilitasi repatriasi bagi WNI yang menjadi korban maupun terlibat dalam perkara online scam. 

Wamenlu menegaskan pentingnya koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan yang komprehensif terhadap para WNI, termasuk setelah kembali ke Indonesia.

Selain membahas pemberantasan online scam, Wamenlu Havas juga menyampaikan kuliah umum mengenai perkembangan lanskap geopolitik global di hadapan pejabat Pemerintah Kamboja dan korps diplomatik di Phnom Penh.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya