Berita

Aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah di Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Harus ada langkah konkret terhadap kerugian yang dialami peternak ayam akibat pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Koordinator Nasional Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK), Febri Yohansyah mengatakan, permintaan maaf tidak menjadi solusi yang diharapkan peternak ayam dari serangkaian pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Kata Febri, pihak-pihak terkait harus membantu menutup kerugian dari peternak di mana ayam banyak mati saat suhu kandang meningkat di tengah pemadaman listrik.


“Permintaan maaf saja tidak cukup. Seharusnya ada langkah konkret termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan akibat pemadaman listrik,” kata Febri kepada wartawan, Selasa 4 Juli 2026.

Sebelumnya, ratusan peternak ayam di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meradang harus menanggung rugi akibat ternak mati usai pemadaman listrik bergilir. 

Hal tersebut disuarakan dalam aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah di Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani.

Salah satu peserta aksi mengatakan, sebagian besar peternakan ayam di wilayah itu memakai sistem kandang tertutup atau close house yang sangat bergantung pada listrik untuk kipas ventilasi dan sirkulasi udara.

Saat listrik padam, kata dia, suhu kandang melonjak cepat membuat ayam lemas dan mati massal. 

Sementara, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. 

Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.

Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya