Berita

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar melepas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Cianjur. (Foto: Kemenko PM)

Politik

Penempatan PMI Prosedural Jadi Kunci Cegah TPPO

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 15:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar melepas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Cianjur yang akan bekerja di luar negeri. Pelepasan dilakukan usai para peserta mengikuti pembekalan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pelepasan tersebut diikuti 337 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), terdiri atas 317 orang yang telah mengantongi job order dan 20 lainnya yang siap diberangkatkan. 

Mayoritas CPMI, yakni 287 orang, akan bekerja di Jepang pada sektor pengolahan makanan, perawatan fasilitas, dan perawatan lansia (kaigo). Sementara sisanya akan ditempatkan di Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Hong Kong. Sebagai simbol kesiapan pemberangkatan, Muhaimin menyerahkan secara langsung kontrak kerja, paspor, dan visa kepada perwakilan CPMI.


Penempatan pekerja migran harus bertransformasi dari jalur informal yang rentan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) menuju penempatan prosedural yang memberikan kepastian hukum dan penghasilan yang lebih layak. 

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyambut baik pelaksanaan Program SMK Go Global di daerahnya. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Cianjur siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun para pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan implementasi program tersebut.

"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan program dimaksut," katanay.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin juga menyebut Cianjur sebagai titik awal pembuktian arah baru pelindungan pekerja migran Indonesia. Menurutnya, daerah tersebut menjadi salah satu kantong pekerja migran dengan tingkat pengaduan yang tinggi, yakni mencapai 2.196 laporan sepanjang 2011-2026. 

Sebanyak 88 persen di antaranya berasal dari penempatan nonprosedural, sehingga menempatkan Cianjur sebagai daerah dengan jumlah pengaduan tertinggi ketiga secara nasional.
 
Karena itu, ia berharap pola penempatan pekerja migran secara prosedural yang diterapkan di Cianjur dapat direplikasi di daerah-daerah pengirim PMI lainnya guna mendukung target penempatan 40.000 pekerja migran terampil pada 2026 sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Wins) Presiden Prabowo Subianto.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya