PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat kinerja operasional yang solid pada kuartal II 2026. Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan penjualan emas dan kelanjutan ramp-up Tambang Emas Pani.
Perbaikan margin tembaga di Tambang Tembaga Wetar serta pertumbuhan bisnis nikel juga turut menopang kinerja perseroan. Di sisi lain, Merdeka mencatat kemajuan pada Proyek Tembaga Tujuh Bukit (TB Copper), yang menjadi salah satu aset pertumbuhan jangka panjang utama perseroan.
Pada kuartal II 2026, Merdeka membukukan pendapatan penjualan sebesar 775,6 juta Dolar AS. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai produk utama, mulai dari emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit hingga asam sulfat.
Dari bisnis emas, total penjualan mencapai 36.574 ounce emas (oz Au). Jumlah tersebut terdiri dari 30.135 oz Au dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz Au dari Tambang Emas Pani.
Dengan harga jual rata-rata 4.511 Dolar AS per ounce, penjualan emas tersebut menghasilkan pendapatan sebesar 165,0 juta Dolar AS.
TB Gold memproduksi 24.567 oz Au sepanjang kuartal II 2026. Penjualan emas dari tambang tersebut meningkat 23 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 30.135 oz Au.
Harga jual rata-rata emas TB Gold mencapai 4.539 Dolar AS per ounce. Sementara itu, biaya tunai produksi atau cash cost tercatat 1.743 Dolar AS per ounce. Adapun biaya keseluruhan untuk mempertahankan produksi atau all-in sustaining cost (AISC) mencapai 2.486 Dolar AS per ounce.
Di sisi lain, Proyek Tembaga Tujuh Bukit (TB Copper) telah memasuki tahap Feasibility Study. Tahap ini dilakukan setelah perseroan menyelesaikan optimalisasi proyek berdasarkan hasil Pre-Feasibility Study.
Pengembangan TB Copper menggunakan pendekatan tambang bawah tanah dan tambang terbuka secara terpadu. Proyek ini menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan jangka panjang Merdeka.
Pada bisnis tembaga, Tambang Tembaga Wetar memproduksi 1.484 ton tembaga pada kuartal II 2026. Penjualan tercatat lebih tinggi, yakni 1.924 ton dengan harga jual rata-rata 5,83 Dolar AS per pon.
Efisiensi proses pemulihan tembaga juga membaik. Kondisi tersebut membantu menurunkan
cash cost menjadi 2,27 Dolar AS per pon dan AISC menjadi 2,80 Dolar AS per pon.
Sementara itu, Tambang Emas Pani yang dioperasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS; HKEX: 6228) terus meningkatkan produksinya melalui proses ramp-up.
Pada kuartal II 2026, Pani memproduksi 15.594 oz Au dan 29.796 ounce perak. Produksi tersebut melonjak dibandingkan kuartal sebelumnya yang masing-masing hanya mencapai 1.818 oz Au dan 3.496 ounce perak.
Kinerja bisnis nikel juga menunjukkan pertumbuhan. Operasi nikel yang berada di bawah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kenaikan produksi bijih saprolit sebesar 130 persen secara tahunan. Produksi bijih limonit juga meningkat 87 persen.
Cash cost produksi saprolit tercatat 32,2 Dolar AS per wet metric tonne (wmt), sedangkan limonit sebesar 15,7 Dolar AS per wmt.
Produksi Nickel Pig Iron (NPI) meningkat 16 persen secara tahunan menjadi 19.505 ton nikel (tNi). Biaya tunai produksi tercatat 12.690 Dolar AS per tNi, dengan AISC sebesar 12.859 Dolar AS per tNi.
Untuk High-Grade Nickel Matte (HGNM), produksi mencapai 9.165 ton setara nikel. Penjualannya meningkat 30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 10.457 tNi.
Biaya tunai HGNM tercatat 16.354 Dolar AS per tNi, sementara AISC mencapai 16.452 Dolar AS per tNi.
Pada bisnis pendukung, operasi AIM memproduksi 258.060 ton asam sulfat dan menjual 383.177 ton sepanjang kuartal II 2026.
PT ESG New Energy Material juga memproduksi 4.831 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt terus mengembangkan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) dengan target penjualan perdana MHP pada paruh kedua 2026.
Merdeka tetap mempertahankan target produksi untuk sepanjang 2026. TB Gold ditargetkan menghasilkan 80.000-90.000 oz Au, sedangkan Tambang Emas Pani ditargetkan mencapai 100.000-115.000 oz Au.
Untuk Tambang Tembaga Wetar, produksi ditargetkan berada di kisaran 4.000-5.000 ton.
Pada bisnis nikel, pengiriman bijih saprolit diperkirakan mencapai 8,0 juta-10,0 juta wmt. Sementara itu, penjualan bijih limonit diproyeksikan sebesar 20,0 juta-25,0 juta wmt.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan perseroan mencatat kuartal penting seiring portofolio bisnisnya terus berkembang di sektor emas, tembaga, dan nikel.
“TB Gold tetap menjadi basis operasi yang kuat, Pani bergerak menuju produksi dengan volume yang lebih tinggi, Wetar mencatat perbaikan margin, dan MBMA terus mengembangkan platform nikel terintegrasinya,” ujar Albert.
Menurutnya, pencatatan sekunder EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) turut memperkuat akses Tambang Emas Pani ke pasar modal internasional.
“Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya
ramp-up Pani, serta pengembangan TB Copper melalui tahap
Feasibility Study,” katanya.
Dari sisi keuangan, Merdeka juga mempertahankan posisi likuiditas yang solid. Per 30 Juni 2026, perseroan memiliki kas dan setara kas, setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya, sebesar 683 juta Dolar AS.
Selain itu, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar 252,6 juta Dolar AS. Posisi tersebut memberikan ruang pendanaan bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan sejumlah proyek pertumbuhan, terutama Pani dan TB Copper.