Berita

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: RMOL)

Politik

Menkomdigi Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Video Demonstrasi di Medsos

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah ramainya unggahan video aksi demonstrasi di media sosial, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terprovokasi. Pasalnya, banyak konten yang beredar merupakan rekaman lama atau hasil editan yang berpotensi menyesatkan publik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta media massa memperkuat perannya dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan cepat. Sebab kecepatan media dalam menyampaikan informasi yang benar menjadi salah satu kunci untuk mencegah penyebaran disinformasi yang dapat membingungkan dan meresahkan masyarakat.

"Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk," kata Menkomdigi Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2026.


Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, media sosial diramaikan oleh beredarnya berbagai video aksi demonstrasi yang diunggah tanpa menyertakan keterangan waktu maupun lokasi kejadian. 
Sejumlah unggahan bahkan membangun narasi seolah-olah terjadi demonstrasi berskala besar yang tidak diberitakan media, hingga memunculkan tudingan adanya penghapusan konten terkait aksi tersebut.

Meutya Hafid mengatakan pola penyebaran hoaks kini semakin beragam. Menurutnya, ada konten yang sepenuhnya berisi informasi palsu, namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan video lama, memotong konteks peristiwa, atau menggunakan rekaman dari luar negeri yang kemudian diklaim seolah-olah merupakan kejadian di Indonesia.

"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," jelasnya.

Untuk itu, Meutya berpandangan media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik melalui kerja jurnalistik yang mengedepankan verifikasi dan akurasi.

"Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan," ujar Meutya.

Di sisi lain, Menkomdigi Meutya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan berbagai video hoaks aksi demonstrasi yang saat ini banyak beredar di media sosial.

Sebab berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah video yang kembali viral teridentifikasi merupakan rekaman lama yang diunggah ulang tanpa penjelasan mengenai waktu dan konteks kejadian sehingga berpotensi menyesatkan publik.

Meutya mengatakan, penyebaran kembali konten lama seolah-olah merupakan peristiwa baru dapat membentuk persepsi yang keliru, memperkeruh situasi, serta memicu disinformasi di ruang digital.

"Maka saya mengimbau, jangan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan membuat ketakutan di tengah masyarakat menggunakan data yang tidak benar,” tegas Meutya.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya