Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Menguat, Indeks DXY Tembus 99,97

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 09:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS di pasar uang New York, menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, setelah pasar mencermati kemungkinan berlanjutnya intervensi Jepang dan Amerika Serikat untuk menopang Yen.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,25 persen menjadi 99,97. 

Penguatan tersebut memangkas sebagian pelemahan Dolar AS setelah Yen menguat tajam pascaintervensi dan sekaligus membuka peluang berakhirnya tren penurunan DXY dalam empat sesi perdagangan sebelumnya.


Di pasar spot, Yen menguat 0,18 persen menjadi 157,05 Yen per Dolar AS, level terkuat dalam sekitar tiga bulan. Yen juga menguat 0,45 persen terhadap Euro menjadi 180,78 yen per Euro.

Penguatan Yen terjadi setelah Kementerian Keuangan Jepang menegaskan bahwa Tokyo dan Washington telah melakukan intervensi terkoordinasi dengan membeli yen di pasar valuta asing. Kedua negara juga disebut tidak akan ragu mengambil langkah serupa jika diperlukan untuk menjaga stabilitas mata uang Jepang.

Data Bank of Japan menunjukkan Jepang kemungkinan menggelontorkan hingga 36,58 miliar Dolar AS dalam intervensi terbaru. Jika digabungkan dengan intervensi sebelumnya, total dana yang dikeluarkan Jepang untuk menopang Yen sepanjang tahun ini diperkirakan telah melampaui 100 miliar Dolar AS.

Keterlibatan Amerika Serikat menjadi perhatian utama pasar. Financial Times melaporkan Federal Reserve Bank of New York menjual Euro untuk membeli yen atas nama Departemen Keuangan AS melalui dua bank. Langkah tersebut dinilai dirancang agar intervensi tidak menimbulkan kesan bahwa Washington secara luas menginginkan pelemahan Dolar AS.

Sementara itu, Euro melemah 0,11 persen terhadap Dolar AS menjadi 1,15085 Dolar AS setelah sebelumnya mencapai 1,1559 Dolar AS, level tertinggi dalam sekitar satu setengah bulan. Poundsterling juga turun 0,39 persen menjadi 1,3429 Dolar AS.

Meredanya ketegangan geopolitik turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS dan memberi ruang bagi yen serta mata uang utama lainnya untuk menguat.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya