Berita

Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia. (Foto: RMOLJabar)

Politik

Usai Kabinet Bayangan, Muncul Gerakan Parlemen Bayangan Indonesia Pasti

SELASA, 04 AGUSTUS 2026 | 02:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gelombang kekecewaan elemen masyarakat sipil terhadap dinamika politik nasional kembali memicu wacana baru. Setelah sebelumnya sempat digulirkan wacana Kabinet Bayangan, kini muncul gerakan Parlemen Bayangan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh sipil dan non-partai politik.

Gerakan bernama "Parlemen Bayangan Indonesia Pasti" ini dideklarasikan sebagai bentuk perlawanan terhadap lembaga legislatif resmi seperti DPR, DPD, dan MPR, yang dinilai makin jauh dari aspirasi rakyat.

Inisiator gerakan sekaligus  mengatakan, pembentukan presidium gerakan ini menjadi langkah konkret untuk merebut kembali kedaulatan rakyat.


"Langkah ini adalah upaya merebut kembali mandat rakyat. DPR, DPD, dan MPR sudah tidak lagi menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Karena itu, kami membentuk presidium parlemen bayangan sebagai jawaban atas ketidakpastian politik," kata Heru dalam deklarasinya, Senin, 3 Agustus 2026.

Heru menilai, produk kebijakan dan perundang-undangan yang dihasilkan lembaga legislatif saat ini lebih didominasi oleh kepentingan oligarki dan partai politik ketimbang membela hak-hak publik.

"Produk DPR lebih pro pada partai politik daripada aspirasi rakyat. Maka, kami rakyat Indonesia merasa tidak perlu lagi membutuhkan institusi kelembagaan yang terwakili dalam wadah parlemen," ujarnya.

Ia menambahkan, Parlemen Bayangan hadir untuk merespons ketidakpuasan publik terhadap performa parlemen resmi yang dianggap gagal menjalankan amanat konstitusi.

"Parlemen bayangan adalah jawaban dari rakyat terhadap parlemen resmi yang gagal menjalankan amanat konstitusi," serunya.

Gerakan ini berencana merangkul jejaring nasional yang melibatkan lintas elemen, mulai dari akademisi, alumni perguruan tinggi, mantan calon anggota legislatif (caleg), mantan relawan, hingga tokoh masyarakat sipil.

Presidium Parlemen Bayangan akan segera merumuskan butir-butir teknis terkait poin revitalisasi mendasar terhadap fungsi DPR dan DPD.

Meski mengambil posisi sebagai pengimbang luar sistem, Heru menyatakan pihaknya tetap siap membuka ruang dialog langsung dengan pimpinan lembaga negara maupun kepala negara.

"Kami siap bertemu dengan ketua DPR, ketua MPR, bahkan Presiden Prabowo untuk menyampaikan bahwa parlemen bayangan ini benar-benar mewakili aspirasi rakyat," pungkas Heru.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya