Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Trump Disebut Abaikan Netanyahu dalam Kesepakatan Baru Gaza

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 10:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menilai posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di mata Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin melemah.

Bahkan, menurut Barak, kerangka kesepakatan terbaru terkait Gaza menunjukkan bahwa kepentingan Israel tidak lagi menjadi prioritas dalam proses perundingan yang dimediasi Washington.

Dalam wawancara dengan penyiar publik Israel KAN, Barak menyebut rancangan kesepakatan Gaza yang baru disusun dengan bahasa yang samar, namun arah kebijakannya jelas mengesampingkan tuntutan utama Israel. 


“Bahasa dalam perjanjian itu sangat ambigu, tetapi arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya diabaikan," kata Barak, dikutip pada Senin, 3 Agustus 2026. 

Dia menjelaskan bahwa kerangka tersebut tidak mensyaratkan pelucutan senjata total Hamas, tidak mengatur pengosongan persenjataan di Jalur Gaza, maupun pengasingan para pemimpin kelompok tersebut. 

Sebaliknya, rancangan itu hanya mengusulkan penghentian operasi pembunuhan dan pengembalian kendali Israel atas 53 persen wilayah Gaza, bukan 65 persen sebagaimana sebelumnya diharapkan Tel Aviv. 

“Kenyataan pahitnya adalah Trump sudah tidak lagi memperhatikan Netanyahu, dan semua ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Barak juga menilai Netanyahu telah kehilangan daya tawarnya dalam berhubungan dengan Trump. Ia bahkan mengklaim lingkaran dalam Presiden AS itu tak lagi menaruh kepercayaan kepada pemimpin Israel tersebut. 

“Hubungan Trump dengannya telah mengalami keretakan yang dalam,” ucap mantan PM Israel itu. 

Menurut Barak, fakta bahwa kesepakatan itu dicapai tanpa kehadiran Israel di meja perundingan menjadi bukti semakin menurunnya pengaruh Netanyahu di Washington.

Selain menyoroti isu Gaza, Barak mengomentari keputusan Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Ia menilai langkah tersebut sepenuhnya dapat diprediksi karena Trump tidak menginginkan konflik berskala besar di Timur Tengah.

“Israel tidak memiliki kemampuan nyata untuk menahan keinginan Trump," ungkap Barak, seraya menambahkan bahwa negara-negara Teluk justru mendorong arah penyelesaian yang berbeda dari keinginan Israel.

Barak juga berpendapat Iran kemungkinan bersedia menerima kesepakatan apabila sejumlah syaratnya dipenuhi, termasuk pencabutan sanksi, pembebasan dana yang dibekukan, dan tetap mempertahankan ancaman penutupan Selat Hormuz. Namun ia tetap mengingatkan agar ancaman program nuklir Teheran tidak diabaikan.

Sebelumnya, Trump mengumumkan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran setelah tercapai kesepakatan awal yang mencakup pembukaan penuh Selat Hormuz serta diakhirinya ancaman nuklir Iran.

Hingga kini pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi atas peta jalan perdamaian Gaza yang dirilis Board of Peace. 

Namun Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir telah lebih dulu menolak rancangan tersebut dengan menyebutnya tidak dapat diterima dan mendesak agar operasi pembunuhan terhadap Hamas serta pemindahan warga Palestina tetap dilanjutkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya