Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)
Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat meninjau secara langsung Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur.
"Salah satu tugas Kementerian Keuangan adalah memastikan ketersediaan anggaran agar program tersebut dapat berjalan optimal," kata Purbaya dikutip redaksi di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.
Purbaya menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Melalui kesempatan belajar di Sekolah Rakyat, ia berharap para siswa memperoleh bekal berharga demi masa depan yang lebih baik serta mampu meningkatkan mobilitas sosial mereka di masyarakat.
Kunjungan kerja ini menjadi sarana bagi Kementerian Keuangan untuk meninjau secara langsung efektivitas penggunaan uang negara di sektor pendidikan. Purbaya menilai pembiayaan pendidikan bukan sekadar pengeluaran, melainkan bentuk investasi jangka panjang pemerintah demi mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hadirnya Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam menyediakan akses pendidikan yang berkualitas, gratis, dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Langkah strategis ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pembinaan SDM sejak usia dini.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare. Proyek ini memiliki nilai kontrak pembangunan sebesar Rp 3,52 triliun dengan pagu anggaran mencapai Rp 3,82 triliun. Hingga saat ini, realisasi anggaran penataan dan pembangunannya sudah menyerap angka Rp 3,21 triliun.
Kawasan pendidikan ini mengusung konsep terintegrasi yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi. Selain mendapatkan materi pembelajaran formal di kelas, seluruh siswa juga tinggal di asrama yang dilengkapi beragam fasilitas penunjang untuk mendukung tumbuh kembang serta pembentukan karakter mereka.
Dalam peninjauannya, Purbaya turut menelusuri alur aktivitas harian para murid, mulai dari area asrama hingga ruang kelas. Beliau mengecek secara detail kondisi kelayakan furnitur, sistem sirkulasi udara, hingga kesiapan meja belajar guna memastikan seluruh sarana prasarana dapat menunjang proses kegiatan belajar mengajar secara optimal.