Berita

Aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah di Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Listrik Padam Bergilir, Peternak Ayam di Kalteng Meradang

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ratusan peternak ayam di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meradang harus menanggung rugi akibat ternak mati usai pemadaman listrik bergilir.

Hal tersebut disuarakan dalam aksi Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dan Persatuan Insan Perunggasan atau Insar Kalimantan Tengah di Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani.

Dalam video yang beredar, gerakan massa membawa bangkai ayam yang mati akibat pemdaman listrik,


Salah satu peserta aksi mengatakan, sebagian besar peternakan ayam di wilayah itu memakai sistem kandang tertutup atau close house yang sangat bergantung pada listrik untuk kipas ventilasi dan sirkulasi udara.

?Saat listrik padam, kata dia, suhu kandang melonjak cepat membuat ayam lemas dan mati massal. 

“Genset cadangan ada tapi biaya operasionalnya terlalu mahal untuk dipakai terus-menerus. Peternak melaporkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan satu kandang berkapasitas 40 ribu ekor bisa rugi hingga Rp360 juta,” kata dia.

Ia mengatakan, para peternak menuntut PLN segera perbaiki pasokan listrik, beri penjelasan dan tanggung jawab, juga berikan kompensasi kerugian. Para peternak, lanjut dia,  sempat menyegel sementara kantor dan mengancam akan kirim lebih banyak bangkai jika tidak ada solusi nyata.

Sementara, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. 

Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.

Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung.

"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan dikutip Senin 3 Agustus 2026.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya