Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Semester I-2026: Bisnis Pelayaran Tertekan, BESS Berbalik Rugi Rp5,63 Miliar

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten jasa pelayaran PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) harus menghadapi tekanan berat pada paruh pertama tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp5,63 miliar pada semester I-2026. 

Capaian tersebut berbalik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana BESS saat itu masih membukukan laba bersih hingga Rp46,92 miliar.


Penyebab utama dari pembengkakan rugi ini bersumber dari merosotnya pendapatan usaha. Pada semester I-2026, pendapatan BESS terkikis hampir 38 persen secara tahunan menjadi Rp110,41 miliar. 

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya kinerja jasa pelayaran yang merupakan tulang punggung bisnis perusahaan. Kombinasi antara penurunan volume pengiriman serta tarif angkutan yang berada di bawah level periode sebelumnya menekan aliran kas operasional secara tajam.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada profitabilitas dan margin BESS. Laba kotor perusahaan menyusut drastis hingga 76,46 persen menjadi Rp18,07 miliar, yang membuat margin bruto tergerus dari 43,2 persen menjadi tersisa 16,4 persen. 

Meskipun manajemen berhasil menekan beban usaha sebesar 10,37 persen menjadi Rp25,00 miliar, efisiensi tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan. Alhasil, BESS harus menanggung rugi usaha sebesar Rp6,93 miliar, berbalik dari posisi laba usaha Rp48,87 miliar pada semester I-2025.

Guna merespons tantangan tersebut dan menjaga arus kas agar tetap berkelanjutan, manajemen BESS berkomitmen memperkuat efisiensi biaya serta mengoptimalkan penggunaan armada. Langkah-langkah strategis yang disiapkan mencakup peninjauan kembali jadwal pelayaran, pemanfaatan teknologi rute yang lebih efisien, hingga pengurangan biaya tetap melalui restrukturisasi operasional.

Di tengah tekanan margin tersebut, posisi neraca BESS terbilang masih cukup solid. Per 30 Juni 2026, total aset perusahaan tercatat tetap stabil di kisaran Rp1,07 triliun. Kerangka aset yang stabil ini memberikan ruang bagi manajemen untuk mengalokasikan investasi perbaikan operasional tanpa menambah beban keuangan secara signifikan demi memulihkan kinerja bisnis di masa mendatang.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya