Berita

Jurnalis senior, Lukas Luwarso. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Jurnalis Senior: Prabowo Sedang Mengalami ‘Diare Kata-kata’

SENIN, 03 AGUSTUS 2026 | 06:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Narasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam setiap pidatonya dianggap selalu memunculkan kontroversi di publik.

Hal itu disampaikan jurnalis senior Lukas Luwarso dalam podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa dikutip pada kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin, 3 Agustus 2026.    

Menurut Lukas, pidato Prabowo banyak berisikan omon-omon dan tidak pernah menimbulkan inspirasi bagi rakyat. 


“Isinya adalah, kalau istilah saya boleh ditekankan, dia (Prabowo) sedang mengalami ‘diare kata-kata’. Jadi kayak orang diare, tapi ini kata-kata. Jadi mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa dikontrol, itu kemudian jadi sesuatu yang patologis,” kata Lukas. 

Ia memaklumi apabila ‘diare kata-kata’ hanya terjadi sekali atau dua kali dalam pidatonya. Namun mantan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) ini menilai hampir di setiap pidato Prabowo mengalami ‘diare kata-kata’  

“Kalau sekali dua kali pidato mengalami penyakit diare kata-kata, kita maklum lah. Tapi kalau setiap kali pidato sekarang selalu memunculkan istilah-istilah aneh makian, umpatan, hardikan yang umumnya ditujukan kepada rakyat, kepada kelompok-kelompok kritis, itu kan tidak bisa disebut lain, selain memang ‘diare kata-kata’,” jelasnya.

Lukas menyebut bahwa hal itu disebabkan karena adanya berbagai peristiwa politik yang akhirnya menjadi bebean Prabowo hingga saat ini.

“Ya karena ada virus yang mendominasi pemikiran Prabowo. Dia ini kan politikus yang mengalami banyak trauma. Kita ingatlah tahun 1998. Prabowo berada di epicentrum gempa tektonik politik Indonesia. Dia harus ke Yordan selama lebih dari setahun. Dan kemudian dia membawa beban politik di punggungnya kalau dia dianggap, benar atau tidak, kita tidak pernah sepenuhnya tahu, bahwa dia dianggap ikut memicu kerusuhan 98,” pungkasnya.       

 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya