Berita

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio. (Foto: RMOL)

Politik

Hensat Curhat Diperiksa Pegawai Pajak Buntut Podcast Bareng Ferry Latuhihin

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 20:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengamat Politik Hendri Satrio alias Hensat membocorkan materi pemeriksaan yang dilakoni dirinya saat mendatangi Kantor Pajak Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut mengklaim, petugas pajak hanya mencecar soal ada atau tidaknya honorarium maupun keuntungan finansial saat dirinya mengundang Ekonom Senior Ferry Latuhihin di kanal podcast miliknya.

Hal itu diungkapkan Hensat saat menjadi bintang tamu dalam podcast Madilog yang dipandu jurnalis senior Darmawan Sepriyossa, Minggu, 2 Agustus 2026.


"Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu saja. Mas Hensat ngundang Prof Ferry Latuhihin dikasih apa? Dikasih honor ya?" ujar Hensat menirukan pertanyaan petugas pajak yang memeriksanya.

Akademisi Universitas Paramadina ini menegaskan kepada petugas pajak bahwa dirinya tidak pernah memberikan imbalan uang kepada para narasumber podcast, termasuk Ferry Latuhihin.

"Saya enggak pernah ngasih uang. Sebagai dosen, kita kan ada keterbatasan. Jadi semua narasumber pilihannya cuma dua, saya kasih buah atau cookies," jelasnya.

Bahkan, lanjut Hensat, kedatangan Ferry Latuhihin ke studio KedaiKOPI murni atas inisiatif pribadi tanpa ada tarif atau kontrak komersial.

"Beliau salah satu teman yang memang sering main ke situ. Dia yang minta podcast. Kita mesti bayar dia? Kan win-win solution saja, dia ada curhatan dan kita dapat viewer," bebernya.

Meski sempat memicu polemik publik, Hensat justru mengapresiasi sikap profesionalisme petugas pajak Kebon Sirih bernama Sony yang memeriksanya secara terukur tanpa melebar ke isu lain.

"Saya kagum sama petugas pajak itu kemarin. Dia tidak melebar ke mana-mana, sangat profesional dan fokus dengan apa yang dicari," pungkas Hensat.

Ferry Latuhihin belakangan menuai sorotan usai mengaku dapat intimidasi dari petugas pajak. Melalui surat dari pihak pajak, ekonom yang kerap mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah ini dituding memiliki deretan mobil mewah tanpa laporan perpajakan.

Ferry menduga bentuk intimidasi itu berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya