Berita

Kantor Kementerian Luar Negeri Iran (Foto: IRNA)

Global

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 16:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan dan serangan militer dari Amerika Serikat. 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan akan menggunakan segala cara yang tersedia untuk mempertahankan hak-hak nasional dan keamanan negara sebagai bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional.

"Republik Islam Iran akan menggunakan hak inherennya untuk membela diri secara sah terhadap tindakan agresi ini dengan menggunakan semua cara yang tersedia," tegas Kemlu Iran, dikutip dari kantor berita IRNA, Minggu, 2 Agustus 2026.


Teheran menuduh Washington terus mengingkari komitmen dalam pelaksanaan kesepakatan untuk mengakhiri perang. 

Menurut Iran, AS masih memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal dagang Iran, melancarkan serangan ke berbagai wilayah, meningkatkan tekanan ekonomi, serta mengeluarkan ancaman yang dinilai melanggar hukum internasional.

Dalam situasi tersebut, Iran menegaskan operasi pertahanan yang dilakukan angkatan bersenjatanya akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh.

Pemerintah Iran selanjutnya menyebut blokade laut yang masih berlangsung sebagai bentuk nyata tindakan agresi sebagaimana diatur dalam Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 3314 Tahun 1974. 

Selain itu, serangan AS terhadap sasaran militer, warga sipil, infrastruktur, hingga warga negara Iran di dalam maupun luar negeri, termasuk di Irak, disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya