Berita

Kelompok Ternak Sumber Karanglo. (Foto: Dok BRI)

Bisnis

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Usaha peternakan sapi perah menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk memperkuat produktivitas dan daya saing, para peternak membentuk Kelompok Ternak Sumber Karanglo sebagai wadah kolaborasi dalam mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi susu segar.

Kelompok Ternak Sumber Karanglo yang berdiri sejak Oktober 2020 kini menghimpun puluhan peternak sapi perah, termasuk Rendy Hertanto. Melalui kelompok tersebut, para peternak bekerja sama mengelola usaha, meningkatkan kualitas produksi, serta menciptakan nilai tambah agar hasil peternakan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.

Saat ini, kelompok tersebut mengelola lebih dari 58 ekor sapi perah dengan produksi mencapai lebih dari 400 liter susu segar setiap hari. Untuk menjaga produktivitas, para peternak secara rutin mengikuti bimbingan teknis dan program vaksinasi kesehatan ternak.


Meski terus berkembang, kelompok ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses produksi yang masih didominasi cara manual, keterbatasan jangkauan pemasaran, hingga pemenuhan legalitas usaha dan produk. Selain itu, keterbatasan permodalan juga menjadi kendala untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

"Produksi masih manual sehingga kapasitas dan efisiensi produksi masih terbatas. Pasar masih terbatas sehingga jangkauan penjualan belum luas. Perizinan usaha dan produk masih dalam proses pemenuhan persyaratan. Keterbatasan modal juga menjadi tantangan dalam pengembangan produksi dan pemasaran," ujar salah satu anggota kelompok tersebut bernama Rendy Hertanto, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

Berangkat dari berbagai tantangan tersebut, Kelompok Ternak Sumber Karanglo kemudian bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli. Melalui program ini, para peternak memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

"Peternak memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan. Kami juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi," kata Rendy.

Selain mendukung proses produksi, Program Klaster Unggulan juga memberikan pendampingan dalam pengurusan izin produksi olahan susu sapi. Para peternak turut mendapatkan pelatihan marketing dan digital marketing untuk memperluas pemasaran melalui pemanfaatan media digital sekaligus memperkuat daya saing produk olahan susu.

Berbagai pendampingan tersebut menjadi bekal bagi kelompok untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kualitas produk, pendampingan ini juga membuka peluang bagi para peternak untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan susu yang dihasilkan.

"Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha. Semoga BRI Peduli terus hadir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," tutur Rendy.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus memberikan dukungan bagi pengembangan kelompok usaha berbasis potensi lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam program ini, BRI memberikan bantuan peralatan usaha dengan tujuan meningkatkan efektivitas produksi, kualitas produk, dan membantu kelompok untuk bisa mengakses pasar yang lebih luas. Kegiatan pelatihan diberikan oleh BRI sebagai upaya peningkatan kapasitas Klaster Usaha dalam melakukan produksi ataupun penjualan.

Pelatihan usaha juga diberikan untuk mengoptimalkan bantuan peralatan usaha yang telah diberikan, antara lain pelatihan digital marketing, pelatihan pengemasan dan perizinan, pelatihan pengolahan produk, serta pelatihan pembuatan rekening dan QRIS.

“Kisah dari Kelompok Ternak Sumber Karanglo ini jadi bukti bahwa Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli memberikan manfaat nyata dalam pengembangan usaha kelompok, dengan pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang bagi Kelompok Ternak Sumber Karanglo untuk terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegas Dhanny.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022 Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli telah memberdayakan sebanyak 37 kelompok usaha di berbagai daerah di Indonesia. Program ini juga telah memberikan 32 jenis pelatihan dan 375 unit sarana prasarana kepada kelompok usaha.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya