Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Pasukan RSF Serahkan Diri Beserta Seluruh Persenjataan ke Militer Sudan

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 12:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perpecahan di tubuh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) kembali mencuat setelah satu unit pasukannya menyerahkan diri kepada Angkatan Bersenjata Sudan.

Dalam proses tersebut, seluruh personel beserta perlengkapan militer yang mereka kuasai turut diserahkan kepada pihak militer pemerintah.

Mengutip laporan Kantor Berita Sudan (SUNA), Minggu, 2 Agustus 2026, pasukan yang menyerah berasal dari "Group 26" RSF. Meski demikian, otoritas belum mengungkap jumlah personel maupun jenis persenjataan yang diserahkan. 


Prosesi penerimaan dilakukan oleh Al-Nour Ahmed Adam atau Al-Nour al-Qubba bersama sejumlah perwira senior Angkatan Bersenjata Sudan dan Dinas Intelijen Umum.

Al-Nour al-Qubba merupakan salah satu pendiri RSF yang membelot ke kubu militer pada April lalu. Sebelumnya, ia termasuk jajaran komandan senior RSF dan terlibat dalam pertempuran memperebutkan Kota El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara, yang berhasil direbut kelompok tersebut pada Oktober 2025. 

Menurut Al-Nour, gelombang penyerahan diri dari anggota RSF masih terus berlangsung. 

"Angkatan bersenjata reguler menerima kelompok yang menyerah dan penyerahan serupa terus berlanjut, dengan sejumlah anggota RSF telah bergabung dengan tentara dalam beberapa bulan terakhir," kata dia.

Salah seorang anggota yang menyerahkan diri, Kapten Othman Al-Nour Hasab Khalil, mengatakan dirinya bergabung dengan Angkatan Bersenjata Sudan bersama rekan-rekannya setelah tiba dari Kota Bara di Negara Bagian Kordofan Utara. 

Dia juga mengimbau mantan koleganya di RSF agar menghentikan pertempuran dan bergabung dengan militer, seraya menyebut keputusan itu dipengaruhi karakter perang yang bersifat karakter ras dan regional serta adanya rasa termarginalkan di dalam kelompok tersebut.

Hingga kini, RSF belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. 

Sudan masih dilanda perang sejak April 2023 akibat konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF. Pertempuran berkepanjangan itu telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, serta memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya