Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Global

Trump Batal Serang Iran demi Peluang Kesepakatan Damai

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan membatalkan rencana serangan militer terbaru terhadap Iran setelah mengklaim adanya kemajuan dalam pembahasan kerangka kesepakatan damai. 

Meski demikian, keputusan tersebut bersifat bersyarat dan hanya akan bertahan jika proses negosiasi dapat segera menghasilkan kesepakatan final.

Melalui pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Washington sejatinya telah siap melancarkan serangan. 


Namun, menurutnya, pemerintah Iran bersama sejumlah negara di kawasan Timur Tengah meminta Amerika Serikat menunda aksi militer demi membuka ruang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Trump menyebut kerangka kesepakatan yang telah dicapai mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, sekaligus mengakhiri ancaman nuklir Iran. 

Dikatakan bahwa perkembangan tersebut menjadi dasar bagi perubahan sikap Gedung Putih yang semula telah menyiapkan opsi militer.

"Berdasarkan permintaan ini, saya telah setuju, demi kepentingan DUNIA di masa depan dan juga demi kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan tersebut, dengan syarat dapat segera mencapai KESEPAKATAN," kata Trump, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

Trump juga menegaskan bahwa Israel berada dalam posisi yang sama dengan Amerika Serikat untuk mendukung upaya tersebut. 

"Israel turut serta dalam komitmen ini bersama saya," ujarnya, seraya menekankan bahwa kedua sekutu itu berkomitmen memberikan kesempatan bagi tercapainya kesepakatan damai.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya