Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres RI)

Politik

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 06:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Modal populasi lebih dari 280 juta jiwa, kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, posisi geografis strategis di jalur perdagangan internasional, serta stabilitas politik yang relatif baik, belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai magnet investasi internasional.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah merespons rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Indonesia International  Financial Center (IIFC), dikutip Minggu 2 Agustus 2026.

Dalam analisis intelijen ekonomi, kata Amir, investor global tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga menghitung risiko hukum, kepastian regulasi, konsistensi kebijakan, transparansi birokrasi, serta stabilitas keamanan. 


“Modal internasional selalu bergerak menuju wilayah yang memberikan kepastian. Karena itu, keberhasilan IIFC sangat bergantung pada kualitas tata kelola yang dibangun sejak awal,” kata Amir.

Amir menilai keputusan Presiden Prabowo mempercepat pembentukan IIFC menunjukkan adanya kesadaran bahwa Indonesia harus memiliki instrumen baru untuk menarik arus investasi global di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Menurutnya, perubahan lanskap ekonomi dunia pascapandemi, konflik geopolitik, hingga perang dagang telah mendorong investor mencari pusat keuangan alternatif yang lebih stabil.

“Dalam perspektif geopolitik, dunia sedang mengalami redistribusi investasi. Banyak perusahaan internasional mulai melakukan diversifikasi lokasi investasi agar tidak bergantung pada satu kawasan. Ini peluang besar bagi Indonesia," kata Amir.

Ia menilai Bali memiliki nilai strategis sebagai lokasi utama IIFC karena telah dikenal sebagai destinasi internasional dengan konektivitas global yang kuat.

Namun Amir memahami keputusan pemerintah memulai operasional dari Jakarta sebagai langkah transisi yang realistis.

“Jakarta sudah memiliki ekosistem perbankan, pasar modal, regulator, dan jaringan lembaga keuangan. Sementara Bali dapat dipersiapkan menjadi kawasan keuangan internasional dengan karakter global dalam beberapa tahun ke depan," pungkas Amir.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya