Berita

Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. (Foto: Istimewa)

Hukum

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Eksepsi Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa yang dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Juli 2026 berpeluang berujung antiklimaks. 

"Sebab Jaksa telah memperbaiki dakwaan dan mendaftarkan kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sidang perdana, akan digelar Kamis 6 Agustus 2026," kata Advokat Ahmad Khozinudin, dikutip Minggu 2 Agustus 2026.

Menurut mantan kuasa hukum Roy Suryo ini, sekarang pilihannya menjadi lebih tegas. Mau melawan mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi, atau menyerah lewat Restorative Justice (RJ). 


"Karena eksepsi dalam proses dakwaan kedua tidak akan diputus dalam putusan sela. Seluruh keberatan akan diputus bersamaan dengan pokok perkara," kata Khozinudin.

Dalam ketentuan Pasal 75 ayat (5) UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), disebutkan bahwa :

"Dalam hal surat dakwaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) masih diajukan keberatan oleh terdakwa atau advokatnya, hakim memeriksa dan memutus keberatan tersebut bersama dengan pokok perkara dalam putusan akhir."

Berdasarkan ketentuan ini, kata Khozinudin, berarti bahwa apabila jaksa telah memperbaiki surat dakwaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (4), lalu terdakwa atau advokatnya kembali mengajukan keberatan (eksepsi/perlawanan), maka keberatan kedua tersebut tidak diputus dengan putusan sela, melainkan diputus bersamaan dengan putusan akhir yang memeriksa pokok perkara. 

Itu artinya, lanjut Khozinudin, dalam proses kedua ini Dokter Tifa tidak bisa lagi menghindari pokok perkara. Dokter Tifa tidak bisa memilih untuk tidak membuktikan penelitiannya, untuk menghindari tuduhan fitnah dan pencemaran terhadap Jokowi. 

Jika Dokter Tifa tidak mampu membuktikan ijazah Jokowi palsu dengan metode Neuro Sains-nya, maka ia akan terkena jerat pidana fitnah dan pencemaran. 

"Sementara jika ijazah Jokowi dapat dibuktikan palsu, maka Dokter Tifa dapat lepas jerat pidana fitnah dan pencemaran," kata Khozinudin.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya