Berita

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI). (Foto: Istimewa)

Nusantara

ESGIN Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 21:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT ESGIN Global Partners berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan proyek ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan tepung tapioka di Provinsi Lampung. 

Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners, Yayang Ruzaldy mengatakan, investasi tersebut akan difokuskan pada penerapan pertanian rendah karbon (climate-smart agriculture) serta proyek penangkapan emisi metana di industri tapioka yang berpotensi menghasilkan energi terbarukan dan kredit karbon.

“Lampung memiliki seluruh fondasi untuk menjadi pusat green economy berbasis pertanian di Indonesia. ESGIN berkomitmen untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan, mulai dari Climate Smart Agriculture, biochar hingga methane removal project pada industri pengolahan tepung tapioka,” ujar Yayang Ruzaldy, dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Agustus 2026.


Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mengenai pengembangan ekosistem ekonomi hijau pada sektor pertanian dan industri pengolahan singkong.

Selain oleh Yayang Ruzaldy, kesepakatan itu ditandatangani juga oleh Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta perwakilan PPTTI dalam rangkaian Musyawarah Daerah HKTI Provinsi Lampung. 

Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional HKTI Abdul Kadir Karding yang mewakili Ketua Umum HKTI Sudaryono.

Melalui kolaborasi tersebut, ESGIN akan berperan sebagai investor sekaligus pengembang infrastruktur ekonomi hijau, mulai dari penyusunan studi kelayakan, pembangunan proyek, implementasi sistem Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), hingga pengembangan dan monetisasi kredit karbon.

Pada sektor pertanian, ESGIN bersama HKTI akan mendorong penerapan Climate Smart Agriculture (CSA), pemanfaatan biochar, dan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada lahan sawah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, di sektor industri, ESGIN bersama PPTTI akan mengembangkan proyek penangkapan emisi metana (methane capture) pada pabrik-pabrik pengolahan tepung tapioka. 

Limbah cair industri akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui perdagangan kredit karbon.

Yayang mengatakan integrasi investasi hijau, teknologi digital, pembiayaan hijau, dan pasar karbon diharapkan mampu menciptakan model pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“Melalui integrasi investasi, Digital MRV, Artificial Intelligence, blockchain, Green Finance, dan Carbon Market, kami ingin menciptakan model pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing industri, dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia,” katanya.

Seluruh proyek akan didukung implementasi Digital MRV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), citra satelit, Internet of Things (IoT), drone, dan blockchain untuk memastikan transparansi serta akurasi pengukuran emisi sesuai standar nasional maupun internasional.

Lampung dipilih sebagai lokasi implementasi perdana karena merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 7,5 juta ton per tahun dan memiliki industri pengolahan tepung tapioka yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. 

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya