Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Airlangga Andalkan Kawasan Industri untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 20:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah terus memperkuat pengembangan kawasan industri sebagai salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Business Forum dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)  di Jakarta.

“Sektor industri memiliki peran strategis sebagai salah satu motor penting penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan daya saing,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis Sabtu, 1 Agustus 2026.


Menurutnya, HKI telah berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional sejak 1988.

"HKI sejak tahun 1988 telah tumbuh menjadi mitra strategis pembangunan nasional. Kalau kita ketahui, mulai dari Bekasi sampai ke Timur Indonesia, kita telah membangun yang namanya North Java Corridor. Koridor Utara Jawa, itu seluruhnya diisi oleh kawasan industri," ujar Airlangga.

Saat ini, terdapat 129 kawasan industri yang tersebar di 24 provinsi dengan total luas mencapai sekitar 170 ribu hektare. Kawasan-kawasan tersebut menjadi lokasi bagi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur dan menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja.

Pemerintah juga terus mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai upaya memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

"Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan," tegas Airlangga.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong pengembangan kawasan industri agar kegiatan industri semakin tertata, memiliki ekosistem yang kuat, serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pemerintah juga terus memantau berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi.

"Jadi Pemerintah berharap dengan adanya kawasan industri, ini tentu akan menjadi kawasan yang lebih tertata dan ekosistem akan lebih terjaga," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya