Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Dunia

Bumi Makin Panas, Ini Kata PBB

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan fenomena El Nino akan semakin menguat dalam beberapa bulan ke depan dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Dampaknya diperkirakan berupa gelombang panas yang lebih parah, kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan.

Peringatan tersebut disampaikan ketika sejumlah negara di Afrika dan Eropa tengah dilanda kebakaran hutan besar, sementara hujan monsun memicu banjir dan bencana di kawasan Asia Selatan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dunia kini tidak lagi hanya menghadapi ancaman El Nino, melainkan sudah mulai merasakan dampaknya.


"El Nino bukan hanya berada di depan pintu kita, tetapi sudah berada di dalam rumah dan semakin memanaskan keadaan. Ini baru pemanasan. El Nino semakin menguat, menambah bahan bakar ke planet yang sudah terbakar," kata Guterres, dikutip dari laman resmi WMO, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut WMO, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah diproyeksikan mencapai lebih dari 2,9 derajat Celsius di atas normal. Kenaikan suhu tersebut akan mengganggu pola cuaca global dan berpotensi mendorong kenaikan suhu rata-rata dunia.

Guterres menegaskan bahwa dampak El Nino akan semakin berat karena dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Karena itu, ia mendesak negara-negara mempercepat upaya penanganan krisis iklim.

Ia juga menyerukan agar proyek-proyek baru yang berkaitan dengan batu bara, minyak, dan gas segera dihentikan karena dinilai memperburuk pemanasan global.

WMO memperkirakan suhu di atas normal akan terjadi hampir di seluruh wilayah daratan dunia. Wilayah yang diperkirakan mengalami panas paling ekstrem meliputi Afrika, Eropa Selatan, anak benua India, Asia Timur, dan Amerika Selatan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menekankan bahwa peringatan dini harus segera diikuti dengan langkah nyata untuk melindungi masyarakat yang rentan terhadap bencana.

"Prakiraan cuaca itu sendiri tidak mencegah bahaya; manusialah yang melakukannya. Keputusan yang kita buat hari ini akan membentuk dampak yang kita alami besok," ujar Saulo.

Para ilmuwan juga mengingatkan bahwa El Nino tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah saat mencapai puncaknya pada paruh kedua 2026. Namun, mereka mencatat masih ada ketidakpastian dalam proyeksi model iklim mengenai tingkat kekuatannya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya