Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Bursa saham Eropa bergerak beragam pada penutupan perdagangan Jumat 31 Juli 2026 waktu setempat, setelah investor mencermati laporan kinerja perusahaan dan prospek kebijakan suku bunga.
Euro STOXX 50 naik 0,2 persen menjadi 6.360, sementara STOXX Europe 600 turun 0,1 persen ke level 649. Indeks utama Eropa juga mencatat penguatan sepanjang Juli, didukung kinerja perusahaan yang relatif solid serta penurunan harga minyak dalam sebagian besar periode.
Di Jerman, DAX 40 naik tipis dan mencatat kenaikan bulanan lebih dari 2 persen. Saham Infineon memimpin penguatan dengan kenaikan lebih dari 4 persen, disusul Hochtief sebesar 2,7 persen. Sebaliknya, Siemens Healthineers turun 1 persen setelah menurunkan proyeksi pendapatan fiskal 2025/2026 akibat tekanan pada bisnis diagnostik.
CAC 40 Prancis menguat 0,3 persen ke 8.510. Saham barang mewah bergerak beragam, dengan LVMH naik 0,4 persen, sementara L'Oréal dan Hermès masing-masing turun 1,8 persen dan 1,1 persen. Dari sisi ekonomi, inflasi tahunan Prancis meningkat menjadi 2,1 persen pada Juli dari 1,8 persen pada Juni. Data tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah pelonggaran kebijakan moneter.
Di Inggris, FTSE 100 turun tipis akibat tekanan pada saham konsumer, kesehatan, dan perbankan. Unilever melemah lebih dari 2 persen, sementara AstraZeneca dan GSK turun sekitar 0,5 persen. Sebaliknya, NatWest melonjak lebih dari 4 persen setelah menaikkan panduan kinerja setahun penuh dan membuka peluang pembelian kembali saham tambahan.
Saham energi menjadi penopang FTSE 100 setelah harga minyak melanjutkan reli bulanan lebih dari 20 persen. BP dan Shell masing-masing menguat sekitar 1,3-1,8 persen. FTSE 100 tetap mencatat kenaikan lebih dari 1 persen sepanjang pekan dan sekitar 3,5 persen selama Juli, menjadi performa bulanan terbaik sejak Februari.
Sementara itu, FTSE MIB Italia nyaris tidak berubah di 52.173. Penguatan saham seperti Amplifon yang melonjak 8,1 persen dan Diasorin sebesar 4,2 persen tertahan tekanan pada sektor utilitas akibat kenaikan harga gas Eropa. Snam dan Italgas masing-masing turun lebih dari 1,5 persen. Saham Stellantis juga melemah 2 persen setelah perusahaan menarik kembali lebih dari 1,5 juta kendaraan secara global terkait masalah sabuk pengaman.
Secara keseluruhan, pergerakan bursa Eropa masih ditopang kinerja korporasi, tetapi sentimen investor mulai terbagi antara prospek suku bunga ECB, kenaikan harga energi, serta risiko geopolitik yang masih membayangi pasar.