Berita

Petani Sawit. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

BPDP Akui Kampanye Negatif Sawit Masih Jadi Tantangan di Pasar Global

JUMAT, 31 JULI 2026 | 11:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menilai kerja sama seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk menghadapi berbagai kampanye negatif yang masih menyasar industri kelapa sawit Indonesia di pasar global.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan isu-isu seperti legalitas lahan hingga tudingan deforestasi masih kerap digunakan untuk membangun persepsi negatif terhadap sawit Indonesia. 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari ketatnya persaingan dengan komoditas minyak nabati lain di pasar internasional.


"Masih terdapat kampanye negatif terkait sawit Indonesia. Ini merupakan tantangan kita," kata Zaid dikutip Jumat, 31 Juli 2026.

Seiring meningkatnya tuntutan global terhadap energi bersih dan praktik perkebunan berkelanjutan, Zaid menilai upaya menghadapi berbagai tudingan tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak.

"Untuk itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, lembaga riset, dan para pekebun yang memang perlu kita perhatikan secara terus-menerus," tegasnya.

Ia mencontohkan, salah satu narasi yang sering beredar di media sosial adalah anggapan bahwa industri sawit menjadi penyebab utama deforestasi. 

Padahal, menurutnya, perusahaan perkebunan telah menjalankan berbagai praktik keberlanjutan, termasuk menjaga kawasan konservasi dan melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area perkebunan.

Namun, berbagai informasi tersebut kerap berkembang tanpa melihat kondisi secara utuh sehingga membentuk persepsi negatif terhadap industri sawit nasional.

"Informasi-informasi yang ini di dalam negeri dikembang-kembangkan seolah-olah menjadi informasi negatif," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya