Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Laba Astra Susut 19 Persen, Tergerus Lesunya Sektor Tambang dan Alat Berat

JUMAT, 31 JULI 2026 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp12,5 triliun pada semester I 2026. Angka ini anjlok 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp15,5 triliun, akibat tertekan lesunya bisnis pertambangan dan alat berat. 

Dalam keterbukaan informasi pada Kamis 30 Juli 2026, disebutkan bahwa penurunan kinerja ini turut menggerus pendapatan bersih Grup sebesar 3 persen menjadi Rp157,9 triliun, serta menyeret laba bersih per saham turun 18 persen dari Rp383 menjadi Rp313.

Lesunya kinerja paruh pertama ini utamanya dipicu oleh anjloknya kontribusi lini bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat. 


"Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," kata Presiden Direktur ASII, Rudy, dalam keterangannya. 

Tekanan paling masif terjadi pada segmen solusi pertambangan dan alat berat yang laba bersihnya anjlok 46 persen menjadi Rp2,7 triliun. Pelemahan ini diakibatkan oleh turunnya penjualan emas tambang Martabe, merosotnya penjualan alat berat Komatsu hingga 27 persen, serta susutnya volume produksi batu bara. 

Pilar bisnis Astra lainnya tampil tangguh. Segmen Otomotif sukses mencetak laba bersih Rp5,9 triliun atau naik 9 persen, didorong pertumbuhan tajam divisi Komponen sebesar 23 persen serta dominasi 51 persen pangsa pasar Astra dari total penjualan mobil nasional yang tumbuh 16 persen menjadi 437.000 unit. 

Kinerja apik juga diikuti segmen Jasa Keuangan yang meraup laba Rp4,6 triliun, naik 6 persen, berkat lonjakan pembiayaan konsumen sebesar 10 persen menjadi Rp61,8 triliun. Sementara itu, segmen Lain-lain yang ditopang agribisnis dan properti melonjak 31 persen dengan laba bersih mencapai Rp1,6 triliun.

Guna merespons tantangan bisnis dan ketidakpastian global, Astra mempertegas komitmen pada strategi korporasi yang berfokus pada tiga bisnis inti, transformasi kepemimpinan, dan alokasi modal disiplin, termasuk eksekusi buyback saham senilai Rp8 triliun. 

Membawa optimisme pada kekuatan neraca perseroan, Rudy menegaskan bahwa perseroan akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

"Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," katanya. 


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya