Berita

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim. (Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Ekspor Sawit

Siap Genjot Hilirisasi dan B50
JUMAT, 31 JULI 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan dana dari pungutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya mencapai Rp22,7 triliun hingga Semester I-2026.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, dana yang dihimpun tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program yang diamanatkan pemerintah guna mendukung pengembangan industri sawit nasional.

"Dana ini tentunya akan digunakan kembali untuk program-program yang diamanatkan kepada BPDP sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan pemerintah," ujar Zaid dalam media briefing di Kalimantan Tengah, Kamis 29 Juli 2026.


Ia menjelaskan, dana pungutan ekspor sawit digunakan untuk mendukung berbagai program strategis mulai dari pengembangan biodiesel, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset dan inovasi, promosi sawit berkelanjutan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Zaid, pengelolaan dana tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi industri sawit nasional sekaligus mendukung implementasi program biodiesel B50 yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Nah, ini tentunya kan akan digunakan kembali untuk program-program yang diamanatkan oleh BPDP dan kita kan menjadi bagian dari kerja-kerja yang diamanatkan pemerintah," kata Zaid.

Zaid menegaskan, BPDP akan terus memastikan dana pungutan ekspor sawit dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi masyarakat, petani, pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya